Lisandro Martinez Bicara Soal Cedera ACL dan Perjalanan Pemulihan

Pengalaman Pahit Lisandro Martinez dan Perjalanan Pulihnya

Lisandro Martinez, bek Manchester United, telah menghadapi masa-masa paling sulit dalam kariernya selama masa pemulihan dari cedera ACL. Ia bahkan sempat mempertimbangkan untuk meninggalkan dunia sepak bola akibat rasa sakit yang terus-menerus dan kelelahan mental.

Perjalanan cedera Martinez dimulai dengan cedera kaki di akhir musim 2022/2023. Hal ini kemudian diikuti oleh sejumlah masalah kesehatan lainnya, sehingga membuatnya hanya tampil 11 kali di Liga Inggris pada musim berikutnya. Puncaknya adalah cedera ACL yang dialaminya pada Februari 2025, yang memaksa dirinya menjalani operasi dan absen selama 10 bulan.

Dalam wawancara dengan AFA Estudio, Martinez menceritakan perasaannya saat pertama kali mengalami cedera ACL. Ia mengungkapkan bahwa setelah dua atau tiga minggu pertama, ia merasa tidak ingin lagi bermain sepak bola. “Saya sudah mengalami patah tulang kaki, dan sekarang lutut. Saya berkata, ‘Cukup, saya tidak ingin tahu apa pun lagi.’” Ujarnya.

Ia juga mengaku mengalami kehilangan keseimbangan sepenuhnya karena rasa sakit yang tak tertahankan. Saat itu, reaksi pertamanya adalah ingin pulang ke Argentina dan bersama keluarga. “Saya ingin sembuh dan menikmati hidup,” tambahnya.

Selama masa pemulihan, Martinez menyadari bahwa ia harus menemukan jati diri baru. Ia mengatakan bahwa rasa sakit dan ketakutan akan kembali ke level sebelumnya menjadi kendala besar. “Anda harus menemukan jati diri baru dalam segala hal: fisik, mental, dan pribadi. Anda merasa seperti bukan pemain sepak bola,” ujarnya.

Namun, kehadiran putrinya menjadi penggerak utama bagi Martinez. “Saya cedera dan sebulan kemudian dia lahir, dan saya berkata: ‘Tidak, tidak. Tidak mungkin saya menyerah.’ Dia adalah penggerak saya setiap hari. Saya pergi ke setiap sesi latihan untuk memberikan yang terbaik semata-mata dan khusus untuk putri saya,” katanya.

Setelah melewati masa-masa sulit, Martinez kini merasa lebih baik dari sebelumnya. Ia mengakui bahwa ia sedikit terkejut karena ia pikir kembali bermain akan lebih sulit. Namun, klub Manchester United telah mengatur waktu bermainnya dengan baik, sehingga proses pemulihan berjalan bertahap.

“Klub melakukan pekerjaan yang hebat dan itu sangat membantu membuat saya merasa baik sekarang. Secara fisik dan mental, saya lebih baik dari sebelumnya. Jelas, agak berlebihan untuk mengatakan ‘terima kasih’ atas cedera ini karena tidak ada yang suka cedera, tetapi berkat cedera ini saya dapat mengatakan hari ini bahwa saya telah banyak berubah sebagai pribadi,” ujarnya.

Perspektifnya tentang kehidupan kini berubah. Ia lebih menghargai kehidupan, cuaca, aroma rumput, dan kesempatan untuk melangkah ke lapangan. “Saya merasa sangat baik. Saya sedikit terkejut karena saya pikir kembali bermain akan lebih sulit, tetapi kami (United) mengatur waktu bermain saya dengan baik, semuanya berjalan sangat bertahap,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *