Prabowo gelar acara penting di Bali, undang Elon Musk dan Ray Dalio

Presiden RI Undang Tokoh Dunia untuk Hadiri Ocean Impact Summit 2026 di Bali

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah mengundang para tamu dari World Economic Forum 2026 di Davos untuk menghadiri acara besar yang akan digelar di Bali pada Juni 2026. Acara tersebut merupakan Ocean Impact Summit (OIS) 2026 pertama, yang akan diselenggarakan bersama dengan World Economic Forum.

Dalam pidatonya di World Economic Forum 2026 di Davos, Prabowo menyampaikan bahwa OIS 2026 akan menjadi ajang penting yang turut mengundang tokoh-tokoh ternama seperti Elon Musk dan investor global Ray Dalio. Ia menjelaskan bahwa Ray Dalio, seorang pelopor dalam penelitian kelautan, memiliki peran signifikan melalui inisiatifnya, OceanX. Sementara itu, SpaceX milik Elon Musk juga turut berpartisipasi dalam acara ini.

Prabowo menekankan bahwa Indonesia, yang tiga perempat wilayahnya adalah laut, sangat peduli terhadap masa depan laut negara ini. Ia menilai pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem laut sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengembangkan potensi maritim.

World Economic Forum 2026 di Davos sendiri menjadi panggung internasional bagi Presiden Prabowo untuk memaparkan arah kebijakan ekonomi Indonesia di tingkat global. Acara ini dihadiri oleh para kepala negara, pemimpin pemerintahan, serta tokoh ekonomi dunia.

Sebelum menghadiri acara di Davos, Prabowo melakukan kunjungan ke Inggris. Hasil dari kunjungan tersebut adalah komitmen investasi sebesar Rp90 triliun. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa komitmen investasi ini bertujuan untuk meningkatkan potensi laut Indonesia.

Bentuk kerja sama yang dimaksud adalah pembuatan kapal-kapal tangkap sebanyak 1.582 unit. Prasetyo menegaskan bahwa tiga perempat wilayah Indonesia adalah laut, sehingga pemerintah ingin fokus meningkatkan potensi laut tersebut. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan di seluruh Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan produksi protein berbasis ikan dari laut. Saat ini, asupan protein Indonesia dari ikan masih rendah, sehingga diperlukan strategi yang lebih efektif untuk mencapai target tersebut.

Prasetyo menambahkan bahwa pemerintah sedang mengembangkan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Sampai saat ini, pemerintah telah membangun sekitar 100 kampung nelayan di berbagai daerah di Indonesia. Dalam waktu dekat, proyek ini diharapkan selesai.

Kampung-kampung nelayan ini akan dimodernisasi, termasuk pembangunan dermaga dan cold storage untuk mendukung kebutuhan nelayan. Proses modernisasi ini dilakukan secara keseluruhan, mulai dari infrastruktur hingga fasilitas pendukung lainnya.

Pengembangan kampung nelayan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat nelayan, baik secara ekonomi maupun sosial. Dengan adanya fasilitas yang lebih baik, nelayan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *