Rel Terendam Banjir, KAI Commuter Siapkan Jadwal KRL

KCI Siapkan Pola Operasi untuk Menghadapi Banjir di Jalur KRL

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah menyiapkan berbagai skenario operasional untuk mengatasi gangguan yang terjadi akibat banjir di beberapa titik jalur kereta rel listrik (KRL). Hal ini dilakukan karena hujan deras yang terjadi belakangan ini menyebabkan genangan air di sejumlah lokasi, sehingga memengaruhi operasional KRL.

Direktur Utama KAI Commuter, Mochamad Purnomosidi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap beberapa titik rawan banjir. Titik-titik tersebut antara lain Kampung Bandan, Jakarta Kota, dan Tigaraksa. Ia menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan skenario terkait keadaan darurat, seperti memotong rangkaian kereta atau mencegah perjalanan sampai di lokasi tertentu.

“Kami sudah siapkan skenario, apakah itu nanti potong rangkaian atau rangkaian diberhentikan di situ, ditarik kembali, itu sudah kami siapkan,” ujarnya dalam konferensi pers.

Alasan KRL Tidak Berani Melalui Banjir

KRL tidak berani melewati genangan air karena sistem kelistrikan yang digunakan menggunakan arus listrik tegangan tinggi. Selain itu, motor traksi KRL berada di bawah rangkaian, sehingga risiko korsleting sangat tinggi jika terkena air. Hal ini bisa membahayakan keselamatan para penumpang.

Mochamad mengimbau kepada masyarakat agar dapat memahami kondisi ini. Menurutnya, langkah-langkah antisipasi yang diambil oleh KCI bertujuan untuk memastikan keselamatan pengguna KRL. Ia juga memastikan bahwa langkah-langkah tersebut tidak akan mengganggu perjalanan kereta api secara keseluruhan.

Dampak Banjir pada Operasional KRL

Beberapa waktu terakhir, genangan air di sejumlah stasiun menghambat perjalanan KRL. Contohnya, pada Minggu (18/1/2026), KRL tidak dapat melewati lintasan Tanjung Priok karena masih ada genangan air di jalur rel Stasiun Kampung Bandan.

Genangan air di Stasiun Jakarta Kota juga berdampak pada rekayasa pola operasi Commuter Line lintas Cikarang, Bogor, dan Tanjung Priok. Bahkan, Commuter Line Bogor terpaksa hanya sampai Stasiun Jayakarta/Manggarai dan kembali ke Bogor karena tidak dapat melaju sampai Jakarta Kota.

KAI Commuter mencatat, genangan air tersebut menyebabkan pembatalan 29 perjalanan Commuter Line Tanjung Priok dan 74 rekayasa pola operasi perjalanan di lintas Cikarang/Bekasi dan Bogor.

Gangguan Akibat Tiang Listrik Roboh

Hujan deras juga menyebabkan tiang listrik aliran atas (LAA) roboh di jalur antara Stasiun Maja—Stasiun Tigaraksa. Akibatnya, KAI Commuter membatalkan 17 perjalanan lintas Tanah Abang—Rangkasbitung dan melakukan rekayasa pola operasi satu jalur yang menyebabkan keterlambatan perjalanan.

Peringatan Cuaca Ekstrem dari BPBD DKI Jakarta

Di wilayah Jakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali mengeluarkan peringatan dini tentang potensi cuaca ekstrem pada periode 26 Januari hingga 1 Februari 2026. Informasi dari BMKG menyebutkan bahwa Jakarta diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Dampak dari curah hujan ini bisa berupa banjir dan genangan air. Hal ini disebabkan oleh daerah tangkapan air hujan di Jakarta yang saat ini hanya mampu menampung curah hujan hingga 150 mm per hari. Jika curah hujan melebihi kapasitas tersebut, risiko banjir semakin tinggi.

Upaya Mitigasi dan Persiapan

Untuk menghadapi ancaman banjir, KCI terus meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi dengan instansi terkait. Pemantauan rutin dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasional KRL. Selain itu, KCI juga terus memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan sistem drainase di sekitar jalur KRL.

Pihak KCI berharap masyarakat dapat tetap memahami dan mendukung langkah-langkah yang diambil guna menjaga keselamatan bersama. Dengan demikian, layanan KRL tetap dapat beroperasi dengan aman dan efisien meskipun menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *