Memori Buruk Lawan Persita, Persib Siap Balas Dendam di GBLA

Persib Bandung Fokus pada Kompetisi Liga Setelah Gagal di AFC Champions League

Setelah gagal melangkah lebih jauh di ajang AFC Champions League Two (ACL 2), Persib Bandung segera beralih fokus ke kompetisi BRI Super League. Tim Maung Bandung tidak memiliki banyak waktu untuk terus berduka atas kekalahan tersebut, karena mereka akan segera menghadapi laga penting melawan Persita Tangerang di pekan ke-22 Super League.

Laga ini akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada hari Minggu (22/2/2026) malam. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Persib untuk membalas dendam setelah kalah 1-2 saat bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, dalam pertemuan pertama.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, masih mengingat betul laga tersebut. Menurutnya, timnya gagal memanfaatkan peluang yang ada, termasuk penalti dari Luciano Guaycochea yang tidak berhasil berbuah gol. Akhirnya, Persib kebobolan dua kali oleh Javlon Guseynov dan Esal Sahrul. Meskipun Beckham Putra mencetak gol telat, namun hal itu tidak cukup untuk menyelamatkan Persib dari kekalahan.

“Kami kalah di pertemuan pertama dengan skor 1-2 di Bali. Kami gagal penalti, Lucho gagal memanfaatkan situasi penalti dan ada beberapa peluang lain,” kata Hodak, Sabtu (21/2).

Hodak menilai Persita sebagai tim yang sangat disiplin dan berbahaya. Selain memiliki organisasi yang baik, Persita juga dilatih oleh pelatih berpengalaman, Carlos Pena, yang sudah memahami karakter Liga Indonesia.

“Mereka tim yang berbahaya, terorganisir dengan baik. Pelatihnya sudah memasuki musim kedua di sini, jadi dia sudah tahu bagaimana liga ini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kekuatan lini belakang Persita. Hingga pekan ke-21, tim berjuluk Pendekar Cisadane itu hanya kebobolan 19 gol dan mencatatkan produktivitas sebesar 27 gol. Karena itu, Hodak memberikan instruksi kepada anak asuhnya untuk bermain rapat dan tidak memberi celah kepada lawan.

“Itu menunjukkan mereka adalah tim yang terorganisir dengan baik. Mereka berbahaya dan punya beberapa pemain cepat saat melakukan serangan balik. Kami harus menemukan cara untuk menghentikannya,” tambahnya.

Meski demikian, Hodak tetap optimistis. Faktor bermain di kandang dengan dukungan penuh suporter diyakininya menjadi keunggulan tersendiri bagi Persib.

“Namun, kami bermain di kandang dan tentunya saat bermain di rumah, kami akan berusaha mendapatkan hasil yang positif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *