Peringatan BMKG terhadap Potensi Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Utara
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Peringatan ini dikeluarkan karena hujan yang terjadi di daerah pegunungan dan kawasan pesisir barat Sumatera Utara pada Minggu (22/2).
Prakirawan dari Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I, Talin, mengatakan bahwa masyarakat harus memperhatikan potensi hujan dengan intensitas sedang di wilayah pesisir barat dan pegunungan Sumatera Utara. Hujan tersebut dapat berdampak pada terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsoran tanah.
Secara umum, cuaca di Sumatera Utara pada pagi hari Minggu (22/2) diprediksi cerah berawan dengan potensi hujan ringan di beberapa wilayah. Beberapa daerah yang berpotensi mengalami hujan ringan antara lain Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu Utara, Langkat, Nias Selatan, Labuhan Batu, dan Mandailing Natal.
Pada siang hari, kondisi cuaca tetap cerah berawan dengan potensi hujan ringan di beberapa wilayah seperti Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Padanglawas Utara, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Langkat, Mandailing Natal, Nias Selatan, dan Padang Lawas.
Sementara itu, pada malam hari cuaca akan tetap cerah berawan dengan potensi hujan ringan di beberapa daerah, termasuk Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Padanglawas Utara, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Nias Selatan, dan Padang Lawas.
Suhu udara rata-rata berkisar antara 13 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembaban mencapai 74-100 persen. Angin berhembus dari arah barat ke barat daya dengan kecepatan antara 4 hingga 14 km per jam.
Selain itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Indah Riandiny Puteri, menyebutkan bahwa gelombang laut dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di beberapa perairan. Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi meliputi perairan barat Sumatera Utara, perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, perairan timur Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, serta Samudera Hindia barat Kepulauan Nias.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari arah timur laut hingga timur dengan kecepatan angin berkisar antara 6 hingga 30 knot. Sementara itu, wilayah Indonesia bagian selatan memiliki pola angin yang bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin antara 6 hingga 30 knot.
Nelayan yang menggunakan perahu kecil diminta untuk tetap waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Begitu juga dengan kapal tongkang, yang harus meningkatkan kewaspadaan jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Tinggalkan Balasan