Pengaturan masuk penonton ke Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung mengalami perubahan untuk turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Perubahan tersebut mencakup penambahan jalur masuk yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan meminimalkan antrean panjang.
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, menjelaskan bahwa pengubahan ini dilakukan dengan harapan agar proses pemeriksaan dapat berjalan lebih lancar. Meski demikian, ia menegaskan bahwa prosedur pemeriksaan tetap akan diterapkan secara ketat.
“Hal ini berbeda dari Piala Presiden yang digelar di venue yang sama tahun lalu, di mana hanya terdapat tiga jalur masuk. Tahun ini, pengaturan jalur masuk ditingkatkan menjadi empat untuk meminimalisasi antrean,” ujar Aldi pada Minggu (19/7/2026).
Berdasarkan jumlah jalur masuk yang ada, Aldi menyebutkan bahwa terdapat empat titik pemeriksaan atau body checking yang akan dilakukan. Pemeriksaan ini mencakup barang-barang yang dilarang, termasuk flare. Proses pemeriksaan ini penting untuk memastikan keamanan seluruh pengunjung sebelum mereka masuk ke dalam stadion.
Selain itu, akses masuk penonton ke tribune juga telah disiapkan dengan jumlah yang cukup banyak. Diperkirakan terdapat 12 titik akses masuk yang akan digunakan oleh para penonton.
Penyesuaian Pengaturan Masuk
Beberapa hal yang menjadi fokus utama dalam pengubahan pengaturan masuk adalah:
* Penambahan jalur masuk: Dengan adanya empat jalur masuk, diharapkan proses pemeriksaan dapat berjalan lebih cepat dan tidak terlalu ramai.
* Peningkatan titik pemeriksaan: Empat titik pemeriksaan akan dipersiapkan untuk memastikan semua pengunjung diperiksa secara lengkap dan aman.
* Pengawasan terhadap barang terlarang: Barang seperti flare akan diperiksa dengan ketat untuk mencegah kemungkinan gangguan keamanan.
Keamanan dan Kenyamanan Penonton
Kepolisian setempat bekerja sama dengan penyelenggara acara untuk memastikan bahwa semua pengunjung merasa nyaman dan aman saat menghadiri pertandingan. Hal ini melibatkan koordinasi yang baik antara petugas keamanan dan tim penyelenggara.
- Koordinasi antar instansi: Kepolisian dan penyelenggara saling berkoordinasi untuk memastikan proses pengaturan masuk berjalan sesuai rencana.
- Pelatihan petugas: Petugas keamanan telah dilatih untuk menangani situasi yang mungkin terjadi selama proses pemeriksaan.
- Komunikasi dengan penonton: Informasi tentang pengaturan masuk dan prosedur pemeriksaan akan disampaikan kepada penonton melalui berbagai media resmi.
Dengan pengaturan yang lebih baik, diharapkan para penonton dapat menikmati pertandingan dengan nyaman tanpa mengalami hambatan yang berarti. Pembenahan ini juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan acara olahraga di Indonesia.


















