Saya jajal variable aperture iPhone 18 Pro Max, bedanya langsung kelihatan

Daerah83 Dilihat

CUPERTINO, – Apple membawa peningkatan cukup besar pada sektor fotografi iPhone 18 Pro Max. Salah satu fitur barunya adalah variable aperture, atau bukaan lensa kamera utama yang kini bisa diubah sesuai kebutuhan.

Kamera utama 48 MP Fusion Main di iPhone 18 Pro Max menyediakan empat pilihan aperture fisik, yakni f/1.48, f/1.8, f/2.8, dan f/4.0.

Berbeda dari iPhone generasi sebelumnya yang menggunakan bukaan tetap, pengguna kini bisa menentukan sendiri seberapa besar bukaan lensa ketika memotret.

Saya mewakili KompasTekno, berkesempatan menjajal langsung fitur tersebut setelah peluncuran iPhone 18 Pro Max di Cupertino, California, Amerika Serikat.

Hasilnya, perbedaan aperture bukan sekadar angka di antarmuka kamera. Efeknya langsung terlihat langsung saat membingkai foto.

Apa fungsi variable aperture?

Aperture atai diafragma mengatur seberapa besar bukaan lensa ketika cahaya masuk ke sensor kamera.

Semakin kecil angka f, misalnya f/1.48, semakin lebar bukaan lensanya. Cahaya yang masuk menjadi lebih banyak dan kedalaman bidang atau depth of field menjadi lebih sempit.

Efeknya, subyek yang berada dalam fokus bisa terlihat tajam, sementara latar belakang menjadi lebih blur atau bokeh. Ini membuat subyek foto terlihat lebih menonjol.

Sebaliknya, semakin besar angka f, seperti f/4.0, bukaan lensa menjadi lebih kecil. Area yang terlihat tajam di dalam foto pun menjadi lebih luas.

Perwakilan Apple yang saya jumpai mengatakan bahwa efek ini memungkinkan pengguna mengatur karakter foto secara optik (hardware), bukan semata-mata mengandalkan efek blur berbasis software seperti pada mode Portrait yang juga tersedia di kamera iPhone.

Ia juga mengeklaim bahwa besaran aperture (bukaan diafragma lensa) di kamera iPhone, jika dibandingkan dengan kamera DSLR di rentang fokal yang sama, ukuranya adalah sama.

Bikin background blur

Untuk melihat perbedaannya, saya mencoba memotret obyek dalam sebuah setting bar yang disiapkan untuk demonstrasi kamera iPhone 18 Pro Max.

Percobaan pertama dilakukan untuk melihat efek bokeh.

Saya terlebih dahulu menggunakan aperture f/1.48, atau bukaan terbesar yang tersedia.

Hasilnya, subyek di bagian depan terlihat tajam, sementara area di belakangnya menjadi lebih blur. Pemisahan antara subyek dengan latar terasa lebih kuat sehingga perhatian mata langsung tertuju ke obyek utama.

Kemudian aperture saya ubah secara bertahap hingga f/4.0.

Perbedaannya langsung terlihat.

Latar belakang yang sebelumnya blur mulai terlihat semakin jelas. Bukan hanya obyek utama di bagian depan, elemen yang berada di belakangnya juga terlihat lebih tajam.

Dengan kata lain, perubahan dari f/1.48 ke f/4.0 membuat area fokus di dalam gambar menjadi semakin luas.

Perbedaannya bahkan cukup mudah dilihat tanpa harus memperbesar hasil foto.

Bikin lampu jadi efek bintang

Percobaan berikutnya memanfaatkan aperture kecil untuk menghasilkan efek berbeda.

Kali ini kamera diarahkan ke sumber cahaya di dalam area demonstrasi.

Aperture kemudian dibuat lebih kecil dengan memilih angka f yang lebih besar.

Saat bukaan lensa mengecil, titik-titik cahaya yang sebelumnya terlihat biasa mulai membentuk efek menyerupai bintang atau starburst.

Efek semacam ini lazim dimanfaatkan dalam fotografi ketika memotret lampu kota, lampu jalan, atau sumber cahaya lainnya.

Pada kamera konvensional, efek tersebut muncul ketika cahaya melewati bukaan aperture yang kecil dan berinteraksi dengan bilah aperture di dalam lensa.

Kini efek serupa bisa dibuat langsung menggunakan kamera utama iPhone 18 Pro Max hanya dengan mengubah pengaturan aperture.

Bukan cuma untuk bokeh

Dari dua percobaan tersebut, fungsi variable aperture di iPhone 18 Pro Max terasa lebih luas dari sekadar membuat latar belakang blur.

Pengguna bisa memakai bukaan besar untuk menonjolkan subyek, lalu beralih ke bukaan lebih kecil ketika ingin membuat lebih banyak bagian gambar terlihat tajam atau menghasilkan efek tertentu dari sumber cahaya.

Apple juga melengkapi aplikasi Camera dengan kontrol fotografi yang lebih lengkap.

Selain aperture, pengguna bisa mengatur shutter speed, white balance, dan fokus secara manual. Tersedia pula focus peaking untuk membantu melihat bagian gambar yang sedang berada dalam fokus.

Bagi pengguna yang terbiasa memotret secara otomatis, fitur tersebut tentu tidak wajib digunakan.

Namun, bagi fotografer maupun kreator konten yang ingin memiliki kontrol lebih besar terhadap hasil foto, variable aperture membuat kamera iPhone 18 Pro Max terasa semakin mendekati pengalaman menggunakan kamera konvensional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *