Viral Bapak Dipukuli dan Diancam Sajam Gegara Serempetan, KDM: Jangan Dibawa Damai!

Forumnusantaranews.com- Video seorang bapak menjadi korban pemukulan dan ancaman menggunakan senjata tajam (sajam) di jalan raya viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Campaka Kabupaten Purwakarta, belakang diketahui peristiwa tersebut terjadi sekitar dua bulan lalu dan baru ramai diperbincangkan publik belakangan ini.

Dalam video yang beredar, korban diduga mengalami tindakan kekerasan setelah terjadi persoalan di jalan yang disebut bermula dari kendaraan yang saling berserempetan.

Video tersebut kemudian turut diunggah kembali oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) melalui akun TikTok pribadinya @dedimulyadiofficial.

Beragam reaksi pun bermunculan dari netizen. Salah satunya datang dari akun TikTok @masmasaries21 yang menuliskan, “Jangan sampai minta maaf pak, karena udah mukul dan keluarin sajam, kawal sampai masuk penjara.”

Komentar lainnya datang dari akun TikTok @user9842278042 yang menulis, “Itu yang cewek juga harus masuk sel! Gak mau tau pokoknya.”

KDM menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Purwakarta yang telah mengamankan pihak yang diduga melakukan penganiayaan. Ia meminta kasus tersebut diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

KDM juga menyoroti kebiasaan menyelesaikan persoalan kekerasan di jalan dengan cara damai atau sekadar meminta maaf.

Menurutnya, tindakan arogan, penganiayaan, maupun pengancaman tidak semestinya selalu berakhir dengan klarifikasi dan perdamaian.

“Jangan dibawa untuk berdamai, karena selalu kebiasaan kita di jalan adalah tindakan arogan, penganiayaan, pengancaman seringkali hanya diselesaikan dengan klarifikasi, perdamaian dan minta maaf,” ujar KDM dalam unggahannya.

Sebagai bentuk perhatian terhadap korban, KDM juga menyampaikan keinginannya untuk bertemu langsung dengan korban. Ia mengaku prihatin atas kejadian yang dialami korban.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik. Terlebih, video yang baru viral setelah sekitar dua bulan dari waktu kejadian kembali memunculkan sorotan terhadap aksi kekerasan dan penggunaan senjata tajam dalam persoalan di jalan raya.

Publik pun menunggu proses hukum terhadap pihak yang telah diamankan serta penanganan perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *