Puncak Kemarau Tiba, DPU Pengairan Banyuwangi Siaga 24 Jam Jaga Debit Air

Daerah13 Dilihat

Forumnusantaranews.com. BANYUWANGI, — Menjelang puncak musim kemarau, perhatian terhadap ketersediaan air di Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi sorotan. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi terus meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pemantauan serta pencatatan debit air di sejumlah bendungan dan jaringan pengairan vital per 21 September 2026.

Langkah tersebut menjadi penting mengingat musim kemarau berpotensi mempengaruhi ketersediaan air, khususnya untuk kebutuhan pertanian dan kepentingan masyarakat luas. Berdasarkan informasi yang tercantum dalam materi publikasi, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada periode Agustus hingga September 2026.

Pemantauan debit air dilakukan untuk mengetahui kondisi ketersediaan air secara berkala. Data debit tersebut menjadi bagian penting dalam pengawasan kondisi sumber daya air, terutama ketika volume air mengalami penurunan akibat minimnya curah hujan yang terjadi di wilayah hulu.

Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi, *Plt. Kadis Cahyanto Hendri Wahyudi, S.T., M.T.,* menyampaikan, seluruh petugas pintu air dan juru pengairan disiagakan di lapangan untuk melakukan pencatatan debit harian dan pengaturan distribusi air secara adil.

Ia menjelaskan, asas pembagian air di Banyuwangi adalah asas keadilan. Apabila petani di wilayah hulu masih dapat menanam padi, maka petani di wilayah hilir juga harus memiliki kesempatan yang sama untuk menanam padi. Prinsip ini menjadi dasar pengelolaan irigasi.

Sejalan dengan Tahun Anggaran 2026, DPU Pengairan fokus pada program produktif. Di antaranya Pembangunan Jaringan Irigasi Permukaan sepanjang 35,5 KM di semua kecamatan, Peningkatan Jaringan Irigasi, dan Rehabilitasi Tanggul Sungai sepanjang 2,85 KM.

Selain itu, DPU Pengairan juga membangun 1 unit Pintu Air/Bendung Pengendali Banjir di Kecamatan Bangorejo dan sekitarnya. Pembangunan ini menggunakan PAD Kabupaten Banyuwangi untuk pengendalian banjir dan pengaturan irigasi.

Untuk mengantisipasi penurunan debit, DPU Pengairan telah menerapkan Sistem Gilir Air sejak 16 September 2026. Jika debit di atas 75% distribusi normal, jika 50-75% gilir antar box tersier HIPPA, dan jika 25-50% gilir antar bangunan sadap.

DPU Pengairan menggandeng HIPPA di setiap Daerah Irigasi termasuk DI Tamansuruh, Glagah dan sekitarnya. Petani diimbau aktif melakukan normalisasi saluran dari sampah dan gulma agar aliran lancar menjelang musim tanam kedua.

Hingga 21 September 2026, distribusi air masih aman terkendali dan tidak ada laporan kekeringan signifikan. DPU Pengairan berharap dengan pemantauan 24 jam di 12 titik pintu air utama, ketahanan pangan Banyuwangi tetap terjaga selama puncak kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *