Mengapa Angka FDI Indonesia versi UNCTAD Lebih Rendah dibandingkan dengan Data BKPM?


forumnusantaranews.com.CO.ID – JAKARTA

Ada perbedaan data investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) di Indonesia.

Data FDI yang dirilis Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ternyata berbeda dengan data yang dicatat oleh United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

UNCTAD mencatat, realisasi investasi asing atau FDI Indonesia di tahun 2024 hanya sebesar US$ 24,21 miliar atau setara Rp 363,18 triliun (asumsi kurs Rp 15.000/US$).

Nilai FDI tersebut jauh lebih rendah bila dibandingkan data yang disajikan Kementerian Investasi/BKPM yang mencatatkan FDI sepanjang 2024 mencapai Rp 900,2 triliun. Artinya, terdapat selisih realisasi investasi asing lebih dari setengahnya atau mencapai Rp 537,02 triliun.

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengatakan, memang selalu terjadi perbedaan data antara realisasi investasi asing yang dirilis Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan instansi lain setiap tahunnya.

Menurut Wijayanto, ini bukan sesuatu yang baru terjadi, bahkan data FDI dari Bank Indonesia (BI) dan BKPM sering kali berbeda, dengan data BKPM selalu lebih tinggi.

“Selalu terjadi perbedaan setiap tahunnya. Perlu alignment cara pengukuran,” ujarnya kepada forumnusantaranews.com, Jumat (20/6).

Wijayanto menyatakan, perbedaan data ini perlu dicarikan solusinya, sehingga pemerintah memiliki dasar yang kuat untuk merencanakan kebijakan. Selain itu, hal ini juga bermanfaat untuk mengukur hasil dari kebijakan tersebut.

“Data BI mengukur dana yang masuk, artinya

aliran kas

Basis. Bisa jadi BKPM menggunakan pendekatan lain, misalnya menghitung komitmen investasi atau dengan pendekatan

non-cash

“Dasar di mana komitmen yang sudah dimulai dianggap telah terealisasi sepenuhnya meskipun belum selesai,” ungkapnya.

Wijayanto sendiri berkeyakinan, realisasi investasi asing di tahun ini bakal jauh lebih besar dari tahun 2024. Pasalnya, tahun lalu merupakan tahun politik sehingga investor menunggu.

Saya yakin akan lebih tinggi daripada tahun 2024, karena tahun lalu adalah tahun politik, dimana banyak investor yang

tunggu dan lihat

“,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *