Petinggi Manchester United Marah, Karena Garnacho Mengenakan Jersey Aston Villa saat Liburan di Pantai


forumnusantaranews.com

Petinggi klub Manchester United dilaporkan marah, setelah Alejandro Garnacho mengunggah foto kontroversial di media sosial.

Pada unggahan tersebut, pemain asal Argentina itu tampak mengenakan jersey Aston Villa.

Jersey yang ia kenakan lengkap dengan nama Marcus Rashford di bagian belakang.

Foto tersebut diambil saat Garnacho tengah menikmati liburan musim panas di Ibiza.

Tindakan itu dinilai sebagai bentuk dukungan terang-terangan terhadap Rashford.

Diketahui berseteru dengan pelatih kepala Manchester United, Ruben Amorim dan dipinjamkan ke Villa di paruh kedua musim lalu.

Namun, yang membuat situasi makin rumit adalah fakta bahwa Rashford maupun Garnacho tampaknya tidak akan kembali memperkuat Setan Merah musim depan.

Rashford akan dipinjamkan lagi, sementara Garnacho dikabarkan sudah tidak masuk rencana Amorim.

Konflik Garnacho dan Amorim sebenarnya sudah memanas sejak final Liga Europa.

Pemain berusia 20 tahun itu merasa kecewa karena hanya duduk di bangku cadangan dalam laga krusial tersebut.

Kritik terbuka terhadap keputusan Amorim, bahkan disuarakan oleh sang agen sekaligus kakaknya.

Tidak lama kemudian, Amorim merespons dengan sindiran keras, dalam konferensi pers usai kekalahan 0-1 dari Tottenham.

Tidak membutuhkan waktu lama, Amorim langsung mengambil keputusan tegas: Garnacho harus mencari klub baru.

Laporan Daily Star, tindakan mengenakan jersey Aston Villa justru memperkuat keputusan manajemen untuk melepasnya.

Meskipun Man United menetapkan harga awal sebesar 60 juta pound, dikabarkan bersedia menerima tawaran sekitar 45 juta pound.

Penjualan Garnacho akan sepenuhnya dimasukkan ke dalam kategori keuntungan bersih.

Dalam regulasi profit dan keberlanjutan Premier League, terdapat bonus tambahan untuk neraca keuangan klub.

Beberapa klub elit Eropa langsung mengaktifkan radar mereka. Napoli, Atletico Madrid, Chelsea, Aston Villa, hingga Tottenham disebut tertarik untuk mendapatkannya.

Wajar, mengingat Garnacho telah tampil dalam 144 pertandingan untuk MU, mencetak 26 gol dan mencatat 22 assist.

Musim lalu saja, ia menyumbang 11 gol dan 10 assist dalam 58 pertandingan di semua ajang.

Namun, Garnacho lebih efektif bermain melebar, sementara sistem Amorin lebih mengandalkan 2 gelandang serang (nomor 10).

Bermain sempit di belakang penyerang tengah. Perbedaan visi ini membuat masa depannya di Old Trafford semakin kabur.

Meskipun berusia 20 tahun dan potensi yang masih sangat besar, Garnacho tidak terlepas dari sorotan terkait dengan sikap dan profesionalisme di ruang ganti.

Sekarang, yang menjadi pertanyaan tinggal satu, klub mana yang siap memberikan tawaran konkret untuk sang wonderkid Argentina?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *