Kemnaker Buka Suara Soal Lonjakan PHK 32% Januari-Juni 2025

Kenaikan Angka PHK di Kawasan Industri Tahun 2025

Peningkatan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) pada periode Januari hingga Juni 2025 menjadi perhatian serius pemerintah. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat bahwa angka PHK meningkat sebesar 32,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total kasus PHK pada semester pertama 2025 mencapai 42.385 orang.

Penyebab Peningkatan PHK

Berdasarkan data Kemnaker, peningkatan ini terjadi karena maraknya pemangkasan tenaga kerja di kawasan industri. Wilayah seperti Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, dan Jawa Barat menjadi lokasi utama adanya kasus PHK. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan, menyampaikan bahwa kondisi global yang penuh ketidakpastian memengaruhi operasional perusahaan, sehingga memicu efisiensi karyawan.

Menurutnya, situasi ini tidak hanya memengaruhi perusahaan tetapi juga berdampak pada para pekerja. “Kita hari ini melonjak [angka PHK] di kawasan-kawasan industri yang hari ini resapan tenaga kerjanya juga banyak,” ujar Wamenaker saat ditemui di Kantor BRIN, Jakarta Pusat, Senin (28/7/2025).

Langkah Pemerintah dalam Menghadapi Situasi Ini

Meski menghadapi tantangan ini, pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai langkah mitigasi dan intervensi telah dilakukan untuk mengatasi hambatan bagi dunia usaha. Salah satu aturan yang direvisi adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.8/2024 tentang Perubahan Ketiga Atas Permendag No.36/2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.

“Makanya ada regulasi-regulasi yang sekiranya menghambat usaha, ya kita coba revisi atau kalau tidak dihapus. Dan Presiden kan tegas soal Permendag No.8, tidak boleh ada pertek-pertek,” tambahnya.

Distribusi Korban PHK di Berbagai Wilayah

Secara regional, Jawa Tengah menjadi wilayah dengan jumlah korban PHK terbanyak pada periode Januari-Juni 2025. Data Kemnaker menunjukkan bahwa korban PHK di Jawa Tengah mencapai 10.995 orang atau 25% dari total angka PHK selama enam bulan tersebut.

Posisi kedua diikuti oleh Jawa Barat dengan 9.494 orang, Banten dengan 4.267 orang, DKI Jakarta dengan 2.821 orang, Jawa Timur dengan 2.246 orang, dan Kalimantan Barat dengan 1.869 orang.

Sebaran PHK Berdasarkan Sektor

Dalam hal sektor, pengolahan menjadi wilayah dengan jumlah PHK terbanyak, yaitu sebanyak 22.671 orang. Diikuti oleh sektor perdagangan besar dan eceran serta pertambangan dan penggalian. Hal ini menunjukkan bahwa sektor-sektor yang tergantung pada produksi dan distribusi barang mengalami tekanan signifikan akibat kondisi ekonomi global.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar tenaga kerja. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya, diperlukan strategi jangka panjang untuk mengurangi dampak negatif PHK terhadap masyarakat. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan kerja yang lebih stabil dan aman bagi para pekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *