Transjakarta Berencana Gunakan Armada Listrik pada 2030

Transformasi Armada Transjakarta Menuju Energi Listrik

Transjakarta memiliki rencana ambisius untuk mengubah seluruh armadanya menjadi kendaraan listrik pada tahun 2023. Setelah sebelumnya fokus pada penggunaan bus besar, kini perusahaan transportasi umum ini juga akan memperluas cakupannya ke bus berukuran sedang hingga bus gandeng.

Menurut Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta, Daud Joseph, saat ini hanya bus besar yang sudah menggunakan energi listrik. Namun, dalam waktu dekat, Transjakarta akan meluncurkan bus sedang, seperti versi listrik dari Kopaja atau Metromini. Fase berikutnya adalah angkot listrik, dan akhirnya bus gandeng juga akan beralih ke sistem listrik.

Daud menjelaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari program BBB (Bersih, Berdaya, Bestari). Program ini bertujuan untuk menciptakan transportasi umum yang ramah lingkungan, mendukung perekonomian UMKM, serta memberikan layanan yang inklusif bagi semua kalangan.

Bersih: Mencapai Armada Listrik pada 2030

Tujuan utama dari program Bersih adalah mengganti seluruh armada Transjakarta dengan kendaraan listrik pada tahun 2030. Saat ini, sudah ada 570 bus listrik yang beroperasi. Jumlah ini akan terus meningkat sekitar 1.000 unit setiap tahun, sehingga totalnya mencapai 10.000 unit pada akhir periode tersebut.

Pergeseran ini tidak hanya membantu mengurangi polusi udara, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan lingkungan di Jakarta. Daud menekankan bahwa penggunaan transportasi umum memiliki dampak signifikan terhadap kualitas udara. Misalnya, peralihan dari kendaraan pribadi ke Transjakarta telah mampu mengurangi polusi hingga 94,6%. Jika masyarakat lebih memilih bus listrik, angka pengurangan polusi bisa mencapai 99,99%.

Berdaya: Mendukung Pertumbuhan UMKM

Program Berdaya bertujuan untuk mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Transjakarta telah melibatkan koperasi dalam mengelola 3.000 dari 5.000 unit bus. Selain itu, perusahaan juga membuka ruang usaha bagi pelaku UMKM di halte-halte strategis seperti CSW.

Dengan melibatkan komunitas lokal, Transjakarta tidak hanya memberikan layanan transportasi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa transportasi umum dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah.

Bestari: Layanan Inklusif untuk Semua

Program Bestari berfokus pada penyediaan layanan transportasi yang inklusif. Daud menyatakan bahwa Transjakarta is for everyone. Tujuannya adalah agar semua orang, baik anak-anak, lansia, maupun difabel, dapat merasakan layanan yang berbeda dibandingkan angkutan tradisional.

Layanan yang disediakan oleh Transjakarta dirancang agar mudah diakses, nyaman, dan aman. Dengan demikian, setiap warga Jakarta dapat menikmati transportasi umum tanpa batasan apapun.

Mengurangi Polusi Udara

Daud menegaskan bahwa penggunaan armada listrik menjadi strategi utama untuk mengurangi polusi udara di Jakarta. Saat ini, Jakarta memiliki sekitar 25 juta kendaraan bermotor pribadi, sementara jumlah angkutan umum hanya sekitar 5.000 unit. Perubahan ini sangat penting untuk mengurangi beban lingkungan.

Jika semua warga Jakarta beralih ke transportasi umum yang sepenuhnya listrik, maka polusi udara di ibu kota dapat ditekan secara signifikan. Daud berharap bahwa kebijakan ini dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam menghadapi tantangan lingkungan.

Dengan program BBB dan komitmen kuat untuk beralih ke energi listrik, Transjakarta siap menjadi model transportasi umum yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *