Awal Mula Lobi Google dan Alasan Tawarkan Chromebook

Peran Google dalam Pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan

Dalam sidang perkara dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat, 20 Januari 2026, Jaksa Penuntut Umum mengungkap peran Google dalam mendorong penggunaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Informasi ini didapatkan melalui keterangan saksi Ganis Samoedra Murharyono, yang merupakan Google Strategic Partner Manager Chrome Os di Google Indonesia atau marketing Google for Education.

Status Google sebagai Mitra Resmi

Ganis menjelaskan bahwa Google memiliki posisi sebagai mitra resmi yang dapat menjual produk Google. Saat ditanya oleh jaksa tentang status Google Partner, ia menjawab, “Betul.” Ia juga menegaskan bahwa Google Partner berarti pihak yang bisa menjual produk Google. Hal ini menjadi dasar dari komunikasi antara Google dengan Kementerian Pendidikan sebelum pengadaan dilakukan.

Komunikasi dengan Pejabat Kementerian

Ganis mengakui pernah berkomunikasi dengan pejabat kementerian saat Acer Indonesia telah menjadi partner Google. Salah satu yang ia sebut adalah Gogot Suharwoto, yang saat itu menjabat Kepala Pustekkom Kemendikbud. Ia menyatakan bahwa Gogot adalah Kepala Pustekkom dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dari pertemuan tersebut, Google mulai memperkenalkan solusi Google for Education kepada pihak kementerian.

Motif Google Masuk ke Ekosistem Pendidikan

Jaksa menanyakan motif Google masuk ke ekosistem pendidikan nasional. Sebagai marketing, Ganis membenarkan bahwa Google ingin produknya digunakan di kementerian. Menurutnya, jumlah pengguna aplikasi pendidikan di Indonesia sangat besar, mencapai sekitar 50 juta pengguna dari institusi pendidikan, murid, dan guru. Ini menjadi daya tarik bagi Google untuk terlibat dalam pengadaan perangkat digital.

Uji Coba di Sekolah-Sekolah

Pada 2018, Ganis bertemu dengan Gogot Suharwoto dan mempresentasikan solusi Google for Education. Ia kemudian diminta melakukan uji coba di beberapa sekolah. Uji coba dilakukan di tiga lokasi dengan karakteristik internet berbeda, yaitu Serang Selatan, Gorontalo, dan Kepulauan Sangihe. Perangkat yang diuji adalah Acer Chromebook dengan sistem operasi Chrome OS.

Persyaratan dan Kendala dalam Pengadaan

Pada 2019, Google mendapat kesempatan uji coba pengadaan di Pustekkom sekitar Maret. Namun, hasil uji coba tidak sepenuhnya lancar. Ganis menyebut ada beberapa aplikasi tertentu yang tidak bisa berjalan di Chrome OS karena perbedaan lingkungan sistem operasinya. Selain itu, adanya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2019 yang tidak menyebutkan Chrome OS juga menjadi tantangan.

Surat ke Kemendikbud dan Pertemuan dengan Menteri

Google kemudian mengirim surat ke Kemendikbud pada Juli 2019 agar dapat ikut pengadaan TIK. Surat tersebut baru mendapat jawaban pada Januari 2020 setelah pergantian menteri. Isi surat tersebut menyatakan bahwa petunjuk teknis akan mengatur spesifikasi secara detail tanpa mengarah pada merek tertentu.

Pertemuan penting juga terjadi antara petinggi Google dengan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Colin Marson dan Putri Ratu Alam pernah menemui Nadiem pada awal 2020. Dari pertemuan tersebut, Google mendapatkan informasi bahwa Nadiem sudah sepakat menggunakan produk Google for Education, termasuk Chromebook untuk setiap sekolah di Indonesia.

Pengelolaan Perangkat dan Pendapatan Tambahan

Selain Chromebook, Google juga memperoleh keuntungan dari lisensi CDM. Ganis menjelaskan bahwa CDM adalah lisensi untuk mengatur, mengamankan, dan menjalankan kebijakan pada perangkat Chromebook. Harganya sekitar 38 US Dollar per unit. Selain itu, Google juga mendapatkan pemasukan dari sertifikasi guru, seperti Google Educator, dengan tarif mulai dari 10 hingga 20 dolar AS.

Perubahan Pola Pengadaan

Pada 2021, pola pengadaan berubah seiring kebijakan TKDN. Pabrikan lokal selain Acer, seperti Advan, Axioo, Evercoss, SPC, TSM, dan Zyrex, ikut memproduksi Chromebook. Mereka wajib mendaftar sebagai partner Google jika ingin memproduksi perangkat Chrome OS. Google tidak menetapkan harga perangkat keras, hanya menyediakan lisensi CDM dengan harga global 38 US Dollar. Harga perangkat keras diatur oleh masing-masing pabrikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *