Banjir Puluhan Titik, Jalur Pantura Mangkang Terputus

Banjir di Jalan Pantura Mangkang Akibat Hujan Tinggi

Hujan deras yang terus mengguyur Kota Semarang, Jawa Tengah, sejak Kamis (15/1) sore hingga malam menyebabkan beberapa titik di Jalan Pantura Semarang-Kendal di kawasan Mangkang mengalami genangan air. Genangan tersebut membuat jalur tersebut sementara waktu lumpuh dan mengganggu arus lalu lintas.

Menurut informasi yang diperoleh, genangan air terjadi di beberapa lokasi. Salah satu titik paling parah berada di depan Kampus Universitas Terbuka, dengan ketinggian air mencapai sekitar satu ban sepeda motor. Kondisi ini menyebabkan kendaraan kecil tidak bisa melintas. Banyak pengendara memilih untuk putar balik atau menunggu air surut sebelum melanjutkan perjalanan.

Beberapa pengendara sepeda motor yang nekat menerobos genangan air akhirnya harus menghadapi kendaraannya mogok. “Mogok, cukup dalam. Tadi nekat nerobos karena mau masuk sif malam,” ujar Prasetya, seorang pengendara sepeda motor yang mengalami kejadian serupa.

Selain disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, banjir juga dipicu oleh meluapnya Sungai Beringin. Debit air yang meningkat melebihi kapasitas sistem drainase menyebabkan air menggenangi badan jalan. Hal ini memperparah kondisi genangan yang sudah ada.

Di lokasi lain, seperti di depan SDN Wonosari 02, genangan air juga terjadi. Genangan ini disebabkan oleh limpasan dari Sungai Plumbon. Seorang sopir bus antarkota, Naryo, mengatakan bahwa kendaraan kecil tidak dapat melintas dan dirinya harus menunggu air surut terlebih dahulu.

Genangan air di jalur Pantura Mangkang mulai berangsur surut sekitar pukul 00.30 WIB. Setelah itu, kendaraan kecil mulai dapat melintas kembali, dan arus lalu lintas ke arah timur maupun barat kembali lancar. Namun, kemacetan sempat terjadi akibat adanya pekerjaan perbaikan jalan di jalur tersebut.

Ekor kemacetan dilaporkan mencapai lampu lalu lintas Kawasan Industri Wijaya Kusuma, sekitar empat kilometer dari titik banjir di depan Kampus Universitas Terbuka. Kondisi ini memperumit perjalanan pengendara dan memerlukan waktu lebih lama untuk melintasi area tersebut.

Banjir yang terjadi di wilayah Mangkang menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat dan pengguna jalan. Diperlukan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan yang lebih efektif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Selain itu, pemeliharaan sistem drainase dan pengelolaan air sungai perlu ditingkatkan guna mengurangi risiko banjir saat musim hujan tiba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *