Kekalahan Telak Persijap Jepara dari Persebaya Surabaya
Pertandingan tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025-2026 antara Persijap Jepara melawan Persebaya Surabaya berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Laskar Kalinyamat harus menerima kekalahan telak dengan skor 4-0. Hasil ini menunjukkan dominasi Persebaya dalam laga tersebut.
Gol-gol yang Mengubah Kursi Permainan
Persebaya mencatatkan dua gol di babak pertama. Bruno Moreira membuka keunggulan timnya pada menit ke-26 melalui tendangan penalti. Tidak butuh waktu lama, Leo Lelis menambah keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-38. Di babak kedua, Francisco Rivera dan Mihailo Perovic masing-masing mencetak satu gol, menjadikan skor akhir 4-0 untuk kemenangan tuan rumah.
Efektivitas Persebaya Menjadi Faktor Utama
Pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, mengakui bahwa efektivitas permainan Bajol Ijo menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini. Meskipun timnya sempat memberikan perlawanan yang cukup baik, terutama di awal babak pertama, Persebaya lebih unggul dalam memanfaatkan peluang yang ada.
“Persebaya tampil jauh lebih efektif dibandingkan kami. Ini adalah pelajaran penting bagi tim saya,” ujarnya usai pertandingan. Divaldo juga menyebut bahwa anak asuhnya bermain disiplin di sektor tengah dan belakang. Beberapa skema serangan yang telah dipersiapkan pun berhasil tercipta, tetapi gagal membuahkan hasil.
Strategi Serangan yang Ternyata Tidak Efektif
Di babak kedua, Persijap mencoba mengambil inisiatif lebih agresif setelah tertinggal 2-0. Divaldo memberikan instruksi kepada pemainnya untuk melakukan high pressing demi mengejar ketertinggalan. Namun, strategi ini justru berdampak negatif. Lini pertahanan Persijap terbuka, dan Persebaya memanfaatkannya dengan efektivitas yang tinggi.
“Kami mencoba tampil lebih agresif dan menekan lebih ke atas untuk mencuri gol. Sayangnya, situasi ini justru membuka celah di lini pertahanan yang dimanfaatkan oleh Persebaya,” kata Divaldo.
Keharusan untuk Bangkit dari Papan Bawah
Kekalahan ini menjadi catatan buruk bagi Persijap Jepara, terutama dalam upaya mereka memperbaiki posisi di klasemen. Divaldo menegaskan bahwa fokus dan disiplin menjadi hal penting jika ingin bangkit dari posisi bawah.
“Jika kita kebobolan dalam posisi tim di papan bawah, mentalitas untuk bangkit akan jauh lebih berat. Kami harus belajar untuk lebih rapi, lebih pintar secara taktik, dan memastikan pertahanan tidak mudah ditembus,” tegasnya.
Penyesalan dari Pemain Muda
Dicky Kurniawan, pemain muda Persijap, menyayangkan kegagalan timnya mengonversi peluang. Ia merasa Persijap memiliki momentum emas di babak pertama yang terbuang percuma.
“Sayang sekali, saya dan teman-teman punya banyak peluang di babak pertama, tapi tidak ada satu pun yang menjadi gol. Kami akan segera melakukan evaluasi bersama tim pelatih agar hal ini tidak terulang di pertandingan berikutnya,” pungkas Dicky.
Tinggalkan Balasan