Dibongkar! Ini Daftar PR Besar Transportasi Publik Surabaya yang Tak Kunjung Selesai


PR SURABAYA

– Di tengah upaya Pemerintah Kota Surabaya memperluas layanan transportasi publik seperti Suroboyo Bus dan WiraWiri, sorotan tajam datang dari Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Josiah Michael.

Dia mengingatkan bahwa pengadaan unit transportasi saja tidak cukup, karena infrastruktur pendukung justru menjadi kunci keberhasilan sistem transportasi massal.

Dirinya juga mengatakan, jika kita berbicara mengenai transportasi umum, sebetulnya bukan hanya transportasinya, tapi infrastrukturnya.

“Ini seringkali dilupakan,” tegas Josiah.

Dia menyebutkan, banyak fasilitas vital seperti halte, jembatan penyeberangan, trotoar, hingga konektivitas antar-moda belum terpenuhi secara layak.

Ironically, the public transportation stops actually lack safe pedestrian crossing facilities for the community.

Banyak halte yang aksesnya tidak ramah bagi pejalan kaki. Jalurnya sempit, putus, dan ada yang sama sekali tidak tersedia.

Tentunya hal tersebut membuat warga malas jalan kaki dan akhirnya enggan naik angkutan umum.

Selain masalah aksesibilitas, dia juga menyoroti kurang luasnya jangkauan layanan transportasi publik yang belum mencapai area permukiman padat.

Ini membuat masyarakat di pinggiran kota masih kesulitan mengakses transportasi publik dengan mudah dan efisien.

Menurutnya, jika pemerintah benar-benar ingin mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum, maka pembangunan harus dilakukan secara holistik dan inklusif.

“Without proper infrastructure, all new fleets will just become displays,” tegasnya.

Kesimpulan: Pernyataan Josiah ini menjadi tamparan keras bagi Pemkot Surabaya.

Jika ingin mewujudkan kota yang ramah transportasi publik, PR besar soal infrastruktur pendukung tidak bisa terus diabaikan. Masyarakat butuh sistem yang aman, nyaman, dan mudah dijangkau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *