Ditemukan Double Bansos Dalam Penyaluran BLT DD Desa Sapikerep


 

 

Probolinggo,Forumnusantara- wes.com-Aksi protes yang di lakukan oleh salah satu warga terhadap kebijakan Pemerintah desa Sapikerep Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo, Selasa ( 8/6 ) Didampingi oleh beberapa Anggota LSM Lira Kabupaten Probolinggo

Andri adalah warga yang memprotes kebijakan pemerintah Desa Sapikerep perihal adanya keluarga yang rangkap atau double dalam menerima Bansos, menurut Andri ” saya memang salah satu penerima bansos BLT DD, namun saya tidak menerimanya, saya tolak karena selain saya masih banyak warga yang lebih membutuhkan dari pada saya.

Dalam pembagian bansos ini saya menduga pihak Pemdes Sapikerep kurang menanggapi protes saya selama ini, saya menginginkan adil dan transparan akan data penerima Bansos baik dari BLT DD ataupun bansos dari kabupaten maupun propinsi.

Masak benar data yang ditempel di balai desa nik KTP penerima di hapus 3 digit di belakang. Aksi proses saya memang tidak ada yang mendukung, justru itu saya langsung menginformasikan ke LSM Lira , meskipun tidak ada tindakan setidaknya ada perbaikan untuk perubahan yang lebih baik untuk desa saya ,” jelas Andri pada awak media.

Menurut Kasi Kesra Desa Sapikerep Sugeng Basuki menjelaskan ” untuk data penerima BLT DD sudah fix , dan bisa di pastikan sudah tidak ada yang menerima double dengan bansos yang lain, terkait hilangnya angka 3 digit dibelakang nomor NIK KTP dan nomor KK penerima Bansos yang ditempel dipapan informasi  saya tidak bisa komentar, mungkin karena gangguan dari print atau apalah itu, karena bukan saya yang buat,” Jelas Sugeng.

Namun belum 1 jam pernyataan Sugeng Basuki ditarik kembali, ” maaf setelah berembuk dengan perangkat desa ternyata memang ada yang double namun akan kami perbaiki ” kata Sugeng

Konfirmasi berakhir setelah duduk bersama Camat Sukapura Maryoto, Kepala Desa Suwandi, Seides Hendro Purnomo dan Anggota LSM Lira .

Camat Sukapura Maryoto menjelaskan ” Mengenai data penerima Bansos, itu mutlak wewenang Pemdes, masalah data untuk publik itu mungkin ada alasan tertentu dan bisa di pertanggung jawabkan oleh pihak Desa, Jelas Camat Maryoto.

Menurut Sodik salah satu anggota LSM Lira mengatakan ” Aksi protes warga Sapikerep Andri akhirnya di jawab tuntas oleh Camat dan di setujui oleh pihak Desa Sapikerep, awal aksi protes yang dianggap memperkeruh keadaan namun dengan adanya duduk bersama Anggota LSM Lira semua permasalahan akhirnya terjawab, data untuk publik akan di tempel lebih transparan lagi kedepannya dan kami siap untuk membantu apa yang bisa kami bantu kedepan nya, sebagai Kontrol Sosial kami Siap untuk bersinergi dengan pihak pemerintah.” kata Sodik,(ErHa/sin).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *