John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia yang Pernah Terlibat Skandal Drone
John Herdman, pelatih asal Inggris yang kini menjadi calon kuat untuk melatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia, memiliki masa lalu yang tidak sepenuhnya bersih. Meski namanya sering muncul dalam berita terkait posisi pelatih baru Timnas, ada beberapa fakta penting yang perlu diketahui mengenai kariernya sebelum menjabat di tanah air.
Masa Lalu yang Menarik Perhatian
Herdman pernah menukangi Timnas Kanada dan selama masa itu, ia terlibat dalam skandal besar yang sempat membuatnya nyaris diberi sanksi seumur hidup. Skandal ini berkaitan dengan penggunaan drone untuk memata-matai lawan saat Olimpiade 2024. Dalam kejadian tersebut, timnas Kanada terbukti melakukan tindakan tidak sportif dengan menggunakan teknologi drone untuk mengumpulkan informasi tentang strategi lawan.
Hasil investigasi FIFA menunjukkan bahwa tiga orang dari staf pelatih Kanada, termasuk Herdman, terlibat dalam kecurangan tersebut. Namun, hanya dua orang lainnya yang mendapatkan sanksi resmi, yaitu Bev Priestman, Jasmine Mander, dan Joey Lombardi. Mereka diberi hukuman satu tahun oleh FIFA karena terbukti melanggar aturan.
Penyelidikan dan Pengungkapan Rahasia
Menariknya, Federasi Sepak Bola Kanada (Canada Soccer) sendiri yang membuka aib mereka dengan mengungkap bahwa penggunaan drone untuk memata-matai lawan dimulai pada era Herdman. Media setempat, Sportsnet.ca, melaporkan bahwa pihak Kanada memberi tahu FIFA bahwa kebiasaan ini sudah berlangsung sejak masa kepemimpinan Herdman.
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa potensi sanksi terhadap Herdman sangat beragam, termasuk larangan bekerja dalam dunia sepak bola seumur hidup di Kanada. Namun, ia berhasil lolos dari sanksi tersebut dan meninggalkan Timnas Kanada pada tahun 2023.
Sanksi yang Tidak Terlalu Berat
Meskipun Komite Disiplin Independen Canada Soccer menyatakan bahwa Herdman terbukti melanggar Kode Etik, komite hanya memberinya sanksi berupa surat teguran. Keputusan ini dianggap cukup ringan mengingat potensi sanksi yang bisa diberikan.
“Komite Disiplin Independen merilis keputusan terhadap tuduhan melanggar etik oleh John Herdman,” tulis pernyataan resmi Canada Soccer. “Komite independen menyatakan bahwa Herdman terbukti melanggar Kode Disiplin Canada Soccer. Komite memutuskan sanksi yang tepat adalah surat teguran dan menyatakan keputusan ini final dan mengikat.”
Gaji yang Tinggi dan Harapan Baru
Selain isu skandal, Herdman juga menjadi sorotan karena gajinya yang tinggi. Media asal Kanada, Wakingthered.com, melaporkan bahwa gaji bulanan Herdman mencapai 40 ribu dolar AS atau sekitar Rp670 juta per bulan. Angka ini menunjukkan besarnya minat federasi sepak bola Indonesia terhadap dirinya sebagai pelatih baru.
Meski memiliki masa lalu yang kontroversial, Herdman tetap menjadi pilihan utama untuk memimpin Timnas Indonesia. Dengan pengalaman internasional dan rekam jejak di berbagai negara, ia diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi sepak bola Tanah Air.
Tinggalkan Balasan