Dinamika Pasar Saham dan Perubahan Daftar Orang Terkaya Indonesia
Pasar saham Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, memberikan dampak besar terhadap kesejahteraan para pengusaha dan pemilik perusahaan besar. Selain melahirkan wajah-wajah baru di jajaran orang terkaya, pasar saham juga menggeser beberapa nama lama dari daftar 10 besar. Meskipun posisi mereka berubah, kekayaan para taipan ini tetap sangat besar, mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah.
Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Di tengah ketidakstabilan ekonomi global, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat penguatan sebesar 17 persen sepanjang tahun 2025. Peningkatan ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan kekayaan para pengusaha. Dengan demikian, komposisi daftar orang terkaya Indonesia pun berubah drastis.
Rekor Total Kekayaan 50 Orang Terkaya
Berdasarkan data Forbes, total kekayaan 50 orang terkaya Indonesia mencapai rekor baru sebesar 306 miliar dolar AS atau sekitar Rp 5.100,7 triliun. Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 263 miliar dolar AS atau sekitar Rp 4.383,9 triliun. Namun, tidak semua taipan merasakan peningkatan yang sama.
Nama-Nama yang Turun Peringkat
Beberapa pengusaha harus rela turun peringkat akibat koreksi saham perusahaan yang menjadi sumber utama kekayaannya. Dua nama yang paling mencolok adalah Agoes Projosasmito dan Dewi Kam. Keduanya kini tersingkir dari daftar 10 orang terkaya Indonesia setelah selama dua tahun terakhir menghuni papan atas.
Agoes Projosasmito, yang merupakan Komisaris Utama Amman Mineral Internasional dan Direktur Utama PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), kini berada di posisi ke-13 dengan kekayaan sebesar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 83 triliun. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan Desember 2024 saat ia menempati posisi ketujuh dengan kekayaan 7 miliar dolar AS.
Sementara itu, Dewi Kam, yang selama dua tahun terakhir menjadi satu-satunya perempuan dalam daftar 10 orang terkaya, kini berada di peringkat ke-17. Kekayaannya saat ini tercatat sebesar 4,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 71,3 triliun, turun dibandingkan Desember 2024 yang mencapai 4,8 miliar dolar AS.
Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia
Berikut adalah 10 orang terkaya Indonesia versi Forbes pada Desember 2025:
-
R. Budi Hartono & Michael Hartono – 43,8 miliar dolar AS (sekitar Rp 730,1 triliun)
Hartono bersaudara mempertahankan posisi puncak dalam daftar orang terkaya di Indonesia selama lebih dari satu dekade. Namun, nilai kekayaan mereka turun karena saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melemah. -
Prajogo Pangestu – 39,8 miliar dolar AS (sekitar Rp 663,4 triliun)
Prajogo Pangestu naik ke posisi kedua dengan kenaikan kekayaan 23 persen. Ia mendapatkan keuntungan dari IPO PT Chandra Daya Investasi (CDIA). -
Keluarga Widjaja – 28,3 miliar dolar AS (sekitar Rp 471,7 triliun)
Keluarga Widjaja mencatat kenaikan kekayaan terbesar tahun ini, didorong oleh lonjakan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). -
Low Tuck Kwong – 24,9 miliar dolar AS (sekitar Rp 415,1 triliun)
Low Tuck Kwong turun ke peringkat empat karena pelemahan saham Bayan Resources (BYAN) dan penurunan laba bersih. -
Anthoni Salim dan Keluarga – 13,6 miliar dolar AS (sekitar Rp 226,7 triliun)
Pemilik Grup Salim menempati posisi kelima dengan stabilitas portofolio bisnis yang luas. -
Otto Toto Sugiri – 11,3 miliar dolar AS (sekitar Rp 188,4 triliun)
Otto Toto Sugiri masuk 10 besar untuk pertama kalinya, didorong oleh melonjaknya saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII). -
Tahir dan Keluarga – 9,8 miliar dolar AS (sekitar Rp 163,4 triliun)
Tahir dan keluarga memperkuat kekayaan melalui diversifikasi bisnis dari sektor kesehatan hingga keuangan. -
Marina Budiman – 8,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 136,7 triliun)
Marina Budiman menjadi satu-satunya perempuan dalam daftar 10 orang terkaya Indonesia, dengan kenaikan kekayaan didorong oleh lonjakan saham DCI Indonesia. -
Wijono, Hermanto Tanoko, dan Keluarga – 8,1 miliar dolar AS (sekitar Rp 134 triliun)
Duo pengendali Tancorp ini menempati peringkat sembilan, didukung oleh ekspansi bisnis properti dan konsumsi. -
Sri Prakash Lohia – 8 miliar dolar AS (sekitar Rp 133,3 triliun)
Sri Prakash Lohia, pemilik Indorama Corporation, menduduki posisi ke-10 dengan sumber utama kekayaannya dari petrokimia dan manufaktur.
Tinggalkan Balasan