Ekonom Usulkan Relaksasi Kebijakan Moneter dan Fiskal, Ini Dasarnya

Momentum Pelonggaran Kebijakan untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi

Pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal diharapkan dapat terus dilanjutkan agar mampu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi yang sedang menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah penerapan tarif timbal balik sebesar 19% oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Seorang ekonom dari HSBC Global Research, Prajul Bhandari, menyampaikan bahwa pasca pandemi, pemerintah Indonesia dan otoritas moneter cenderung bersikap konservatif. Hal ini menyebabkan penerapan kebijakan fiskal dan moneter yang sangat ketat, sehingga proses pemulihan ekonomi pasca pandemi berjalan lambat.

“Kita telah mengalami situasi kebijakan fiskal yang ketat dan kebijakan moneter yang ketat selama beberapa tahun setelah pandemi. Ada alasan yang baik, seperti kesulitan Bank Indonesia dalam menurunkan suku bunga,” ujar Prajul dalam pernyataannya.

Prajul juga mengakui bahwa Bank Indonesia telah melakukan penurunan suku bunga, bahkan mencapai 100 basis poin dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun demikian, ia melihat bahwa BI masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga hingga 75 basis poin lagi. Menurutnya, keberlanjutan pelonggaran kebijakan moneter akan memberikan dampak positif bagi perekonomian.

“Ketika BI menurunkan suku bunga acuan, dampaknya akan terasa pada berbagai jenis suku bunga lainnya, seperti suku bunga kredit dan suku bunga deposito. Proses ini tidak terjadi secara langsung, tetapi membutuhkan waktu antara 2 hingga 3 kuartal. Setelah itu, permintaan kredit mungkin mulai meningkat, begitu juga dengan PDB.”

Pelonggaran Kebijakan Fiskal yang Signifikan

Dalam hal kebijakan fiskal, Prajul menekankan bahwa pemerintah telah melonggarkan kebijakan fiskal pada tahun ini. Defisit APBN meningkat dari 1,6% terhadap PDB menjadi 2,8%, yang menurutnya merupakan pelonggaran substansial dalam dua tahun terakhir.

“Jika kita melonggarkan kebijakan fiskal dan moneter pada tahun 2025, apakah kita sudah mulai melihat dampak pertumbuhannya? Jawabannya adalah ya.”

Kinerja Ekonomi Kuartal II/2025

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2025 sebesar 5,12% secara tahunan (year on year) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Produk domestik bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku mencapai Rp5.947 triliun, sementara PDB atas harga konstan mencapai Rp3.396,3 triliun.

Angka ini lebih tinggi dari proyeksi analis sebelumnya. Berdasarkan data dari 30 ekonom dan lembaga yang dikumpulkan Bloomberg, median pertumbuhan PDB pada kuartal II/2025 adalah 4,8% (YoY). Estimasi tertinggi mencapai 5%, sedangkan estimasi terendah hanya 4,6%.

Beberapa lembaga dan ekonom memberikan proyeksi yang berbeda. Gareth Leather dari Capital Economics, Ltd., dan Enrico Tanuwidjaja dari PT Bank UOB Indonesia memproyeksikan pertumbuhan hingga 5%. Sementara itu, Moody’s Analytics Singapore, Jeemin Bang, serta Fakhrul Fulvian dari Trimegah Securities memprediksi pertumbuhan hanya 4,65%.

Office of Chief of Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II/2025 sebesar 4,79% YoY atau sedikit lebih rendah dari kuartal sebelumnya yaitu 4,87% YoY. Pertumbuhan secara kuartalan (quarter-on-quarter) diperkirakan sebesar 3,71%, yang menunjukkan pemulihan dari kontraksi -0,98% QoQ pada kuartal I/2025.

Andry menjelaskan bahwa pertumbuhan yang lebih rendah secara tahunan pada kuartal II/2025 disebabkan oleh konsumsi rumah tangga yang dipengaruhi faktor musiman dan perilaku belanja yang selektif. Namun, bantuan sosial (bansos) yang ditingkatkan oleh pemerintah bisa membantu mengurangi perlambatan konsumsi masyarakat.

Sementara itu, aktivitas investasi atau PMTB diperkirakan tumbuh secara moderat. Hal ini terlihat dari penjualan semen dan penurunan penyaluran dana pinjaman yang produktif. “Ini menunjukkan laju pembentukan modal yang lebih terukur karena pendekatan wait and see dari sektor usaha,” ungkap Andry.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *