Fakta-Fakta Terkait Kasus Penikaman dan Pencurian di Toko Alnizam
Pada Jumat (24/7/2025), terjadi kejadian penikaman dan pencurian di Toko Alnizam yang berlokasi di Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara. Kejadian ini masih dalam proses penyelidikan oleh penyidik.
Korban dan Statusnya Saat Ini
Korban dari peristiwa tersebut adalah pemilik toko Alnizam, yaitu Siswanto Domili (30) dan istrinya Nurain Abdullah (26). Saat ini, korban masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Dalam pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan oleh Polres Ternate, tercatat sebanyak 12 orang saksi telah diperiksa. Termasuk dalam jumlah tersebut adalah istri korban, Nurain Abdullah. Namun, korban sendiri belum dapat diperiksa karena kondisi kesehatannya masih memerlukan perawatan.
Pelaku Masih Buron
Saat ini, pelaku dari kejadian tersebut belum ditemukan. Penyidik masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Menurut informasi yang diberikan oleh Kasat Reskrim Polres Ternate AKP Bakry Syaruddin, penyidikan masih dalam tahap awal dan belum bisa memberikan banyak informasi lebih lanjut. Ia juga menyampaikan harapan agar masyarakat dapat memberikan dukungan dan doa agar pelaku segera dapat ditangkap.
Kronologi Kejadian
Menurut pengakuan AKP Bakry Syaruddin, kejadian bermula sekitar pukul 00.30 WIT. Nurain Abdullah mendengar suara langkah kaki yang mencurigakan dari lantai tiga toko. Ketika ia mencoba mengecek, pelaku langsung menyerang dengan pisau dan memukulnya. Selain itu, pelaku juga mengancam Nurain Abdullah agar menyerahkan seluruh uang yang ada di toko. Dalam kondisi penuh ancaman, akhirnya Nurain Abdullah menyerahkan uang sebesar Rp50 juta agar nyawa mereka tidak terancam.
Upaya Melarikan Diri dan Bantuan Warga
Setelah menyerahkan uang, pelaku meminta Nurain Abdullah tetap diam dan tidak meminta pertolongan hingga pukul 02.00 WIT. Hal ini dilakukan agar pelaku dapat melarikan diri lewat lantai tiga toko. Setelah pelaku kabur, Nurain Abdullah akhirnya meminta bantuan warga sekitar untuk dibawa ke Rumah Sakit Tentara.
Beberapa saksi, termasuk keluarga korban bernama Rian Domili dan Umar, ikut membantu mengevakuasi korban dari lantai dua menuju ambulans. Mereka mengaku tak berani mengejar pelaku yang diduga masih bersembunyi di lantai tiga toko.
Tanggapan dari Saksi Lain
Farida Eato, salah satu saksi lainnya, mengungkapkan bahwa ia dihubungi Nurain Abdullah sesaat setelah kejadian. Ia segera menuju lokasi dan menemukan toko Alnizam sudah ramai oleh warga. Saat itu, korban telah dibawa ke rumah sakit. Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya peran masyarakat dalam membantu korban serta meningkatkan kesadaran akan keamanan di lingkungan sekitar.
Tinggalkan Balasan