Gubernur Matius Fakhiri Umumkan Refleksi Tahunan dan Capaian Pembangunan Papua Menuju 2026

Refleksi Akhir Tahun dan Program Prioritas Pembangunan di Papua

Pada malam terakhir tahun 2025, Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri, menggelar acara refleksi akhir tahun di kantor gubernur di Dok II Jayapura. Acara ini dihadiri oleh sejumlah awak media serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan beberapa catatan capaian program pembangunan yang telah dilaksanakan sejak ia dilantik.

Refleksi ini juga menjadi ajang untuk menyampaikan visi dan prioritas pembangunan yang akan dilakukan pada tahun 2026. Beberapa program prioritas telah ditetapkan sebagai langkah strategis dalam menjalankan pemerintahan yang lebih responsif dan berkelanjutan.

Program Prioritas Pembangunan Tahun 2026

  1. Penguatan Tata Kelola Pemerintahan yang Responsive
    Salah satu fokus utama adalah meningkatkan tata kelola pemerintahan melalui peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Papua. Hal ini bertujuan untuk memastikan kinerja pemerintahan yang lebih efektif dan transparan.

  2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
    Pembangunan SDM Papua menjadi prioritas kedua. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat yang unggul dan inklusif. Selain itu, ditekankan pentingnya memastikan tidak ada lagi kasus kematian ibu hamil dan bayi akibat kurangnya pelayanan kesehatan di rumah sakit.

  3. Program Kesejahteraan Sosial
    Pembangunan kesejahteraan sosial dilakukan melalui berbagai inisiatif seperti Jaminan Lanjut Usia, pembangunan dan rehabilitasi rumah layak huni, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Fokus khusus diberikan pada wilayah pesisir.

  4. Pemantapan Keamanan dan Kedamaian
    Pemerintah juga menekankan pentingnya keamanan dan kedamaian yang harmonis. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta pembinaan politik dan demokrasi.

  5. Penguatan Ekonomi Inklusif Berbasis Potensi Lokal
    Sejumlah program ekonomi telah disiapkan, antara lain Cetak Sawah seluas 5.380 Ha, pengembangan infrastruktur pendukung seperti gudang produksi dan alat pasca panen, serta perluasan areal kelapa sawit hingga 5.000 Ha. Selain itu, pengembangan peternakan ayam petelur dan pedaging, serta pembangunan pabrik pakan dan budidaya sapi juga menjadi fokus.

  6. Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal
    Untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal, pemerintah menargetkan perbaikan infrastruktur, pengembangan moda transportasi darat, laut, dan udara, serta pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi melalui Kawasan Berikat dan Kawasan Industri. Bandara Sentani juga akan ditata sebagai bandara internasional.

Apresiasi terhadap Program Nasional

Gubernur Matius Fakhiri juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, atas perhatian luar biasa terhadap masyarakat Papua. Beberapa program nasional yang telah dirasakan manfaatnya antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan 3 juta rumah, koperasi merah putih, cek kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit vertical, dan sekolah rakyat.

Ia berharap program-program tersebut dapat mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ajakan untuk Merawat Persatuan

Di akhir refleksi, Gubernur mengajak masyarakat Papua untuk merawat persatuan dan kebersamaan sebagai modal dasar menuju Papua yang lebih cerah. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan, termasuk tanah Papua yang menjadi tempat berkarya dan bekerja.

Dengan harapan baru untuk tahun 2026, Gubernur berharap setiap langkah yang diambil dapat membawa keberhasilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Papua. Diakhiri dengan doa dan harapan, acara refleksi akhir tahun ini menjadi momen penting dalam membangun semangat dan komitmen bersama untuk masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *