Haaland Cetak Dua Gol Cepat, Norwegia Kembali ke Piala Dunia Setelah 24 Tahun

Norwegia Melangkah ke Piala Dunia Setelah Kalahkan Italia

Norwegia berhasil memastikan tiket mereka ke Piala Dunia setelah mengalahkan Italia dengan skor 4-1 di Stadion San Siro, Senin (17/11) dini hari. Kemenangan ini menjadi momen penting dalam sejarah sepak bola Norwegia karena mereka kembali tampil di panggung terbesar setelah absen selama 26 tahun.

Dua gol cepat yang dicetak oleh Erling Haaland dalam waktu satu menit menjadi kunci kemenangan Norwegia. Gol-gol tersebut tidak hanya membawa kemenangan, tetapi juga menjadikan Haaland sebagai pencetak gol terbanyak di babak kualifikasi dengan 16 gol, menyamai rekor Robert Lewandowski dari Polandia.

Kondisi Pertandingan Awal

Sebelum pertandingan berjalan, Norwegia datang ke Milan dengan situasi yang relatif aman. Meskipun Italia masih memiliki peluang matematis untuk melaju, selisih sembilan gol membuat peluang itu hampir mustahil. Fokus Norwegia hanyalah memastikan hasil tanpa drama.

Namun, jalannya pertandingan justru berjalan berbeda. Italia tampil agresif sejak awal dan unggul pada menit ke-11 melalui Francesco Pio Esposito, pemain muda berusia 20 tahun. Ia berhasil mencetak gol setelah sebelumnya Federico Dimarco nyaris membuka skor dengan tendangan voli yang melebar.

Dominasi lini tengah Italia membuat Norwegia kesulitan membangun serangan. Gennaro Gattuso, yang hanya menyisakan Gianluca Mancini dari laga sebelumnya, bahkan menerima kartu kuning karena protes keras terhadap wasit.

Meski unggul, peluang Italia tidak mengalir deras. Norwegia merapatkan struktur pertahanan, menahan tekanan, dan menunggu celah. Aleksander Sorloth sempat melepaskan tembakan yang melambung, sementara Julian Ryerson mengancam lewat sepakan melebar. Ritme pertandingan mulai berubah setelah turun minum.

Momentum Berubah di Babak Kedua

Pada menit ke-63, Norwegia mendapat kesempatan emas. Sorloth memberikan umpan kepada Antonio Nusa yang menusuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan melengkung melewati Gianluigi Donnarumma di tiang dekat. Gol ini mengubah atmosfer pertandingan: Italia mulai goyah, sementara Norwegia menemukan keberanian menekan lebih tinggi.

Donnarumma sempat menggagalkan peluang emas Nusa beberapa menit kemudian, tetapi gelombang serangan Norwegia semakin sulit dibendung. Keputusan Gattuso memainkan Oscar Bobb sebagai pemain pengganti justru berbalik menjadi bumerang bagi Italia. Kecepatan Bobb menciptakan ruang yang tidak lagi mampu ditutup pertahanan tuan rumah.

Dua Gol dalam Dua Menit

Pada menit ke-78, Bobb menerobos ke kotak penalti dan memberikan umpan tarik yang disambut Haaland dengan tendangan voli terarah. Satu menit setelahnya, Haaland kembali mencetak gol, kali ini memanfaatkan umpan silang Kristian Thorstvedt dari sisi kanan. Dua gol dalam dua menit, dua pukulan telak yang membuat San Siro terdiam.

Italia berusaha membalas lewat sepakan Matteo Politano, namun kembali melebar. Pada masa injury time, situasi semakin memburuk bagi tuan rumah. Jorgen Strand Larsson, pemain pengganti asal Wolves, menerima bola di sisi kanan, melewati Mancini, dan melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau Donnarumma.

Gol keempat itu mengunci kemenangan sekaligus menegaskan jarak kualitas yang terlihat jelas di fase akhir pertandingan.

Hasil Akhir dan Impak

Dengan hasil ini, Norwegia mengakhiri kualifikasi sebagai salah satu tim paling produktif. Mereka melangkah ke Piala Dunia dengan keyakinan baru, didorong generasi pemain muda dan mesin gol yang tak berhenti mencetak rekor.

Sementara Italia, juara Eropa yang dua kali gagal lolos ke Piala Dunia sebelumnya, kini harus bersiap menghadapi babak playoff. Kekalahan dari Norwegia pada Juni, yang menjadi akhir bagi Luciano Spalletti, masih membayangi, dan kini tanggung jawab ada di tangan Gattuso untuk mencegah episode buruk lainnya.

Malam di San Siro ini jelas milik Norwegia. Setelah 26 tahun absen, mereka kembali ke panggung terbesar sepak bola. Dan seperti yang terlihat sepanjang kualifikasi, mereka tiba membawa salah satu penyerang paling menakutkan di dunia, yang tepat pada waktunya menunjukkan perannya sebagai pembeda di momen penentuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *