Hari ke-10, Pemprov Jakarta fokus modifikasi cuaca di Jaksel, Depok, Tangerang Selatan

Operasi Modifikasi Cuaca Masuki Hari Ke-10

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang memasuki hari ke-10. Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko dampak cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di wilayah ibu kota serta sekitarnya.

Operasi hari ke-10 dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta pada Minggu, 25 Januari 2026. Pelaksanaan OMC dilakukan melalui dua sorti penerbangan pesawat CASA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma.

Penyemaian Awan di Wilayah Jakarta Selatan dan Depok

Sorti pertama dilaksanakan pada pagi hari dengan fokus pada wilayah DKI Jakarta. Penyemaian awan dilakukan di area overhead Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan. Penerbangan dilakukan pada ketinggian antara 5.000 hingga 7.000 kaki. Area penyemaian berada dalam radial 210–300 derajat pada jarak 10–20 nautical mile dari Bandara Halim Perdanakusuma. Untuk operasi ini, digunakan bahan semai Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram.

Sorti kedua dilaksanakan pada siang hari dengan fokus pada wilayah overhead Depok. Ketinggian penerbangan sama seperti sorti pertama, yaitu 5.000–7.000 kaki. Area penyemaian berada dalam radial 120–240 derajat dan jarak 10–20 nautical mile dari Bandara Halim Perdanakusuma. Seperti sebelumnya, penggunaan CaO juga mencapai 800 kilogram.

Strategi Mitigasi Dini

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC hari ke-10 merupakan bagian dari strategi mitigasi dini pemerintah dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Ia menyatakan bahwa OMC dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan pemantauan cuaca secara berkelanjutan agar penyemaian awan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman.

Ia menegaskan bahwa BPBD Provinsi DKI Jakarta terus melakukan evaluasi harian terhadap pelaksanaan OMC serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Imbauan kepada Masyarakat

BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang bisa disertai kilat, petir, dan angin kencang. Masyarakat juga diminta untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air guna meminimalisir risiko genangan dan banjir.

Untuk informasi kebencanaan dan layanan kedaruratan, masyarakat dapat mengakses layanan melalui nomor Jakarta Siaga 112, situs resmi bpbd.jakarta.go.id, serta media sosial resmi @bpbddkijakarta. Data genangan dan banjir juga bisa dipantau secara real-time melalui aplikasi JAKI dan laman pantau banjir berbasis RT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *