Hujan Terus Mengguyur Bali, Denpasar dan Klungkung Siaga

Peringatan Cuaca Ekstrem di Bali Pada 22 – 24 Februari 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memberikan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di sejumlah wilayah di Bali pada periode 22 hingga 24 Februari 2025. Masyarakat diminta untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.

Cuaca Buruk Mengguyur Bali

Pada hari Senin (23/2), BMKG memperkirakan bahwa cuaca buruk dengan hujan intensitas ringan hingga lebat masih akan terjadi di Bali. Selain hujan, kondisi ini juga disertai dengan petir dan angin kencang.

Beberapa wilayah di Bali diperkirakan akan mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Untuk wilayah Bangli, Buleleng, dan Karangasem, hujan dengan tingkat waspada sedang hingga lebat akan terjadi. Sementara itu, wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, Jembrana, Tabanan, dan Klungkung berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

Suhu Udara dan Kelembapan

Suhu udara di seluruh wilayah Bali berkisar antara 19 hingga 31 derajat Celsius. Di wilayah Bangli, suhu terendah mencapai 19–26 derajat Celsius, sedangkan suhu tertinggi tercatat di wilayah Klungkung dan Denpasar dengan kisaran 24–31 derajat Celsius. Kelembapan udara juga cukup tinggi, berkisar antara 77 hingga 99 persen.

Potensi Angin Kencang di Perairan Bali

Selain hujan, masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap angin kencang di perairan utara dan selatan Bali. Angin dengan kecepatan hingga 30 knot (sekitar 55 kilometer per jam) diprakirakan terjadi pada periode 22 hingga 25 Februari 2026.

Di perairan utara Bali, arah angin diperkirakan bertiup dari barat-barat laut dengan kecepatan maksimal 30 knot. Sedangkan di perairan selatan Bali, angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan serupa.

Ketinggian Gelombang Laut

BMKG juga memperingatkan tentang ketinggian gelombang laut yang bisa mencapai 2,5 meter di beberapa perairan seperti Selat Badung, Selat Lombok bagian utara, dan Selat Bali bagian selatan. Di perairan selatan Bali dan Selat Lombok bagian selatan, ketinggian gelombang bisa mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Dampak Terhadap Keselamatan Pelayaran

Kondisi angin dan gelombang laut yang tinggi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, BMKG mengimbau nelayan dan operator kapal feri untuk tetap waspada serta mengambil langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi kecelakaan.

Masyarakat diharapkan untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti anjuran dari BMKG guna menghindari risiko yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *