Kekacauan Wall Street, Investor Lepas Saham Teknologi

Penurunan Indeks Bursa Wall Street Pada Akhir Pekan

Pada perdagangan Jumat (12/12), indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat mengalami penurunan. Investor memilih untuk menjual saham-saham teknologi dan beralih ke sektor lain yang dinilai lebih stabil. Hal ini memicu penurunan pada beberapa indeks utama pasar modal.

Indeks Nasdaq Composite turun sebesar 398,69 poin atau 1,69% menjadi berada di level 23.195,17. Sementara itu, indeks S&P 500 terkoreksi sebanyak 73,59 poin atau 1,07% menjadi 6.827,41. Dow Jones Industrial Average juga melorot sebesar 245,96 poin atau 0,51% menjadi 48.458,05.

Penurunan ini dipengaruhi oleh kinerja saham perusahaan-perusahaan teknologi. Harga saham Broadcom anjlok hingga 11,4% setelah produsen cip ini memberi peringatan bahwa margin keuntungan akan lebih tipis. Peringatan ini memicu kekhawatiran baru terkait profitabilitas investasi AI. Selain itu, harga saham Oracle turun sebesar 4,5%, melanjutkan penurunan hampir 11% dari hari sebelumnya setelah perusahaan merilis proyeksi keuangan yang lemah.

Broadcom menjadi penekan terbesar indeks S&P 500, disusul oleh saham Nvidia yang turun sebesar 3,3%. Seluruh saham dalam Indeks Semikonduktor Philadelphia juga melemah sebesar 5,1%, mencatatkan penurunan harian terdalam sejak 10 Oktober.

Beberapa saham lain yang terkait dengan investasi AI juga mengalami penurunan. Saham SanDisk anjlok sebesar 14,7% dan menjadi penurun terbesar di S&P 500. Saham CoreWeave turun sebesar 10,1%, sedangkan Oklo merosot hingga 15,1%.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memberi tekanan pada pasar. Hal ini terjadi setelah sejumlah pejabat bank sentral Federal Reserve menyampaikan kekhawatiran bahwa inflasi masih terlalu tinggi untuk mendukung pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Menurut Kepala Ahli Strategi Pasar Ameriprise Anthony Saglimbene, “Tidak mengherankan jika pasar mengalami penurunan pada Jumat (12/12), setelah beberapa minggu yang cukup solid. Beberapa gangguan dalam tema AI saat ini, investor hari ini melihat beberapa sektor yang lebih defensif.”

Investor kini sedang menantikan rilis data penting pasar tenaga kerja dan inflasi yang dijadwalkan pekan depan. Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis data penggajian non-pertanian, inflasi konsumen serta penjualan ritel. Data tersebut dinilai sangat krusial untuk membaca kondisi ekonomi, terutama setelah penutupan pemerintahan alias government shutdown pada Oktober yang menghambat rilis sejumlah data resmi.

“Pasar cenderung lebih berhati-hati menjelang rilis data ekonomi utama pekan depan,” kata Saglimbene.

Selama sepekan, S&P 500 turun sebesar 0,63% dan Nasdaq 1,62%. Sedangkan Dow Jones masih mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 1,05%. Di Bursa New York (NYSE) Wall Street, jumlah saham yang melemah melampaui saham yang menguat dengan rasio 2,23:1. Di Nasdaq, rasio penurunan mencapai 2,34:1, dengan 3.315 saham turun dan 1.419 saham naik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *