Kisah Pohon Angsana Raksasa dan Keramat Eyang Sangga Buana di Desa Sukajaya

Pohon Angsana Raksasa di Ciamis yang Dikenal sebagai Tempat Perlindungan

Di Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, terdapat sebuah pohon angsana raksasa yang memiliki makna khusus bagi warga setempat. Pohon ini dikenal dengan nama Sonokembang atau Pterocarpus indicus, dan diyakini sebagai peninggalan dari Eyang Sangga Buana, seorang tokoh sakti yang berasal dari keturunan Prabu Siliwangi. Pohon ini tidak hanya menjadi bagian dari lingkungan alam, tetapi juga menjadi simbol perlindungan bagi penduduk dusun.

Lokasi dan Keistimewaan Pohon Angsana

Pohon angsana ini berada di Dusun Citapen Kolot, tepatnya di sekitar area pemukiman warga. Di dalam tubuh pohon yang sudah berlubang besar tersebut terdapat makam Eyang Sangga Buana, serta di sekitarnya terdapat tiga makam lainnya, yaitu Makam Dwi Susanti, Eyang Mulya Sakti, dan Makam Imam Mahdi. Keempat makam ini diyakini telah ada sejak ratusan tahun lalu dan selama ini dijaga serta dirawat oleh masyarakat setempat.

Keberadaan pohon ini sangat mencolok karena ukurannya yang besar. Tinggi pohon mencapai sekitar 10 hingga 15 meter, sedangkan lebar batangnya lebih dari 1,5 meter. Daunnya tumbuh rimbun hingga menutupi seluruh permukaan pohon. Meski begitu, belum ada penelitian yang mengungkap usia pasti dari pohon ini.

Mitos dan Cerita di Balik Pohon Angsana

Selain keistimewaan fisiknya, pohon angsana ini juga menyimpan banyak cerita mitos. Salah satunya berkaitan dengan peran pohon ini pada masa penjajahan Belanda. Konon, pohon ini sering digunakan sebagai tempat bersembunyi para tentara dan warga setempat saat ada ancaman dari musuh.

Kakek Dasta (78), salah satu warga yang ditunjuk untuk merawat pohon ini, menceritakan bahwa hingga saat ini belum ada warga lain yang berani memangkas dahan pohon tersebut. Ia mengatakan, hal ini disebabkan oleh mitos yang sudah menyebar secara turun-temurun di dusun ini. Banyak orang takut untuk melakukan apapun terhadap pohon ini karena khawatir mendapatkan nasib buruk.

Menurut Kakek Dasta, pohon angsana dan empat makam keramat ini dianggap sebagai pelindung lingkungan dari gangguan orang luar yang berniat jahat. Ia juga menceritakan kejadian aneh yang pernah terjadi. Pernah ada orang yang ingin mencuri motor milik warga, namun motor itu tidak bisa dibawa meskipun pencuri mencoba berbagai cara. Bahkan, orang-orang yang berniat jahat sering kali tidak bisa pulang dari dusun ini karena ada makhluk aneh seperti macan besar yang menghalangi jalan mereka.

Peran Pohon dalam Sejarah dan Keamanan Lingkungan

Selain itu, pohon angsana ini juga digunakan sebagai tempat persembunyian dan tidur ketika ada ancaman dari musuh. Warga dan tentara dapat bersembunyi di atas pohon tanpa diketahui oleh musuh, sehingga selalu aman dari ancaman.

Jajang Suherman (52), ketua RT di dusun tersebut, juga percaya akan kekuatan pohon ini. Menurutnya, selama ia menjabat sebagai ketua RT, tidak pernah ada kejadian warga yang kehilangan barang atau ternak. Ia mengatakan, keamanan dusun ini mungkin terkait dengan mitos-mitos yang ada, tetapi juga didukung oleh sikap taat masyarakat terhadap agama dan kepercayaan leluhur.

Kesimpulan

Pohon angsana raksasa di Dusun Citapen Kolot bukan hanya sekadar pohon biasa. Ia menjadi bagian dari sejarah, kepercayaan, dan keamanan warga setempat. Dengan keberadaannya yang unik dan mitos yang terkait, pohon ini tetap menjadi pusat perhatian dan pengharapan bagi penduduk sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *