Laptop Mahasiswa di Jatinangor Dijual Murah oleh Pelaku Pemalsu

Pelaku Penipuan Mahasiswa di Jatinangor Ditangkap

Seorang pelaku penipuan yang telah menipu belasan mahasiswa di kawasan Jatinangor, Sumedang, akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Pelaku yang diketahui bernama Dik Dionerlangga, warga Kota Bandung, kini telah menjadi tahanan polisi setelah melakukan aksinya selama beberapa waktu.

Menurut informasi yang diperoleh, Dik Dionerlangga telah melakukan aksi pencurian dengan modus penggelapan. Ia mengincar barang elektronik berharga seperti laptop dan ponsel dari para mahasiswa. Polisi menyebutkan bahwa pelaku telah melakukan aksinya di 14 lokasi berbeda, sehingga menimbulkan rasa khawatir di kalangan para pelajar.

Dalam pemeriksaan terhadap pelaku, polisi menanyakan tentang harga jual barang curian tersebut. Dik menjelaskan bahwa semua barang yang dicuri dijual secara online, dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Contohnya, jika harga ponsel biasanya mencapai Rp 1 juta, ia menjualnya dengan harga Rp 700 ribu. Harga yang ditawarkan sekitar 70 persen dari harga pasaran.

“Uang hasil penjualan digunakan untuk membayar hutang,” ujar Dik saat menjawab pertanyaan polisi. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku tidak hanya melakukan tindakan kriminal, tetapi juga memiliki alasan pribadi dalam menjalankan aksinya.

Kapolres Sumedang, AKBP Sadityo Mahardika, menjelaskan bahwa pelaku sering kali menggunakan modus yang hampir sama dalam melakukan aksinya. Ia memulai dengan meminta bantuan kepada korban, dengan berbagai alasan seperti menanyakan alamat atau meminta dibawakan obat. Dengan menggunakan sepeda motor PCX, pelaku mengajak korban untuk ikut menunjukkan alamat.

Setelah sampai di lokasi tujuan, pelaku meminta korban untuk menyimpan barang berharga di bagasi sepeda motornya. Setelah barang masuk ke dalam bagasi, pelaku kemudian meminta korban untuk melakukan sesuatu, seperti mengambilkan barang untuk istri atau obat. Ketika korban menjauh, pelaku langsung kabur dengan membawa barang berharga tersebut.

“Barang-barang seperti laptop atau ponsel disimpan di jok motor. Tersangka sering melakukan hal ini kepada para korban,” kata Kapolres. Dikatakan bahwa kebanyakan korban adalah mahasiswa, terutama dari ITB dan Unpad.

Modus yang Sering Digunakan

Berikut adalah beberapa modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan aksinya:

  • Meminta bantuan kepada korban dengan berbagai dalih.
  • Menggunakan sepeda motor PCX sebagai alat transportasi.
  • Meminta korban menyimpan barang berharga di bagasi sepeda motor.
  • Menyuruh korban melakukan tugas tertentu sementara pelaku kabur.

Korban yang Terlibat

Para korban yang menjadi target pelaku kebanyakan adalah mahasiswa. Mereka seringkali menjadi sasaran karena mudah dipengaruhi dan kurang waspada terhadap tindakan penipuan. Dik menjelaskan bahwa korban yang terkena dampak aksinya berasal dari berbagai kampus di sekitar Jatinangor.

Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini. Selain itu, pihak kepolisian juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama mahasiswa, agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang semakin canggih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *