Legenda Belanda dan Guru Messi Dukung Lamine Yamal Raih Ballon d’Or

Lamine Yamal, Bintang Muda yang Dianggap Layak Meraih Ballon d’Or

Lamine Yamal, pemain muda berusia 18 tahun dari Barcelona, kini menjadi sorotan utama dalam perburuan gelar Ballon d’Or 2025. Meski masih sangat muda, ia telah menunjukkan performa luar biasa yang membuatnya masuk dalam daftar 30 nominasi pemenang trofi bergengsi ini.

Yamal, yang berasal dari akademi La Masia, memperkuat Barcelona dengan kontribusi yang signifikan selama musim 2024–2025. Ia turut serta dalam meraih treble domestik, termasuk juara Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Selain itu, ia mencatatkan 18 gol dan 25 assist di semua kompetisi, membuktikan kemampuannya sebagai pemain serba bisa.

Di level internasional, Yamal hampir berhasil membawa timnas Spanyol meraih gelar UEFA Nations League. Sayangnya, ia harus puas mendapat medali perak setelah kalah dari Portugal di partai final. Meski demikian, prestasi tersebut tetap menjadi bukti bahwa ia memiliki potensi besar untuk tampil di panggung terbesar.

Beberapa legenda sepak bola dunia memberikan dukungan kepada Yamal. Salah satunya adalah Ruud Gullit, mantan pemain timnas Belanda. Menurut Gullit, meskipun Yamal belum mencapai final Liga Champions, ia layak dipertimbangkan sebagai kandidat kuat Ballon d’Or. “Apa yang kita lihat dari Lamine Yamal sungguh luar biasa—hampir absurd,” ujarnya.

Selain Gullit, Ronaldinho, yang pernah menjadi guru Lionel Messi di Barcelona, juga menyatakan dukungan. “Dia sudah berada pada level Ballon d’Or dan dapat memenanginya beberapa kali,” kata legenda Brasil itu.

Pemenang Ballon d’Or akan diumumkan dalam acara seremoni yang rencananya digelar pada 22 September 2025. Namun, Yamal tidak akan mudah menggapai gelar tersebut. Ia harus bersaing dengan para pesaing berat seperti Kylian Mbappe, Robert Lewandowski, dan Jude Bellingham. Bahkan, beberapa dari mereka berhasil membawa Paris Saint-Germain meraih treble winner musim lalu.

Meski begitu, Yamal telah membuktikan diri dengan meraih Kopa Trophy 2024, penghargaan yang diberikan kepada pemain di bawah usia 21 tahun dengan performa terbaik. Selain itu, ia juga memenangi Golden Boy pada tahun yang sama.

Apakah Yamal mampu melampaui para pesaingnya dan meraih Ballon d’Or? Pertanyaan ini masih menjadi teka-teki yang menarik untuk dinantikan. Dengan bakat dan performa yang terus berkembang, penonton sepak bola dunia tentu ingin melihat apakah bocah ajaib ini mampu mengangkat trofi Bola Emas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *