Mengukur Kenaikan Saham BUMI 211,86% Sejak Awal Tahun

Penguatan Saham BUMI yang Menarik Perhatian Pasar

Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) mencatatkan kenaikan yang signifikan sejak awal tahun 2025 hingga saat ini, dengan pertumbuhan sebesar 211,86% secara year-to-date (YtD). Meski pada sesi perdagangan hari ini, Senin (15/12/2025), saham BUMI terpantau stabil di level Rp368, kenaikan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir tetap menjadi perhatian investor.

Valuasi Saham BUMI yang Overvalued

Menurut analisis dari Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, saham BUMI diperdagangkan dengan rasio price-to-earnings (PE) sebesar 212 kali dan price-to-book-value (PBV) 5,2 kali. Rasio tersebut menunjukkan bahwa saham BUMI tergolong overvalued. Meskipun demikian, ia melihat potensi BUMI untuk mempertahankan tren naik jangka pendek, meskipun risiko konsolidasi tetap tinggi tanpa adanya katalis earnings yang lebih kuat.

Momentum Positif dan Diversifikasi Aset

Meski ada indikasi potensi koreksi, momentum uptrend jangka pendek masih positif. Hal ini didorong oleh sentimen pasar yang semakin menguat akibat narasi diversifikasi ke aset emas dan tembaga melalui akuisisi perusahaan tambang emas dan tembaga asal Australia, Wolfram Limited (WFL). Selain itu, BUMI juga memiliki peluang untuk masuk ke indeks MSCI dalam edisi review Februari 2026, yang turut memperkuat persepsi pasar terhadap saham ini.

Pergerakan Saham BUMI di Bulan Desember

Pada bulan Desember, saham BUMI mengalami penguatan dalam tujuh hari perdagangan, sementara tiga hari lainnya ditutup dalam kondisi koreksi. Saat ini, harga saham BUMI berada di level Rp368, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 67,27% dalam sebulan terakhir dan 234,55% dalam tiga bulan terakhir. Untuk strategi investasi, Sukarno menyarankan para investor untuk “ride the momentum” dengan disiplin serta melakukan profit-taking bertahap agar dapat mengamankan reli yang sangat ekspansif.

Prediksi dari KISI Sekuritas

Di sisi lain, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai bahwa BUMI termasuk dalam jajaran top leaders 2025 yang memiliki peluang melanjutkan tren penguatan tahun depan. Namun, ia menekankan bahwa peluang ini didorong oleh euforia narasi akuisisi WFL, meskipun belum terlihat dalam kinerja fundamental perusahaan. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, laba bersih BUMI mengalami kontraksi sebesar 76,1% YoY menjadi US$29,4 juta.

Menurut Wafi, tidak semua saham yang masuk dalam daftar top leaders akan mampu mempertahankan tren naik. Uptrend hanya akan bertahan bagi saham yang memiliki katalis nyata, seperti ekspansi bisnis atau pertumbuhan earnings-per-share (EPS).

Kesimpulan

Saham BUMI terus menjadi perhatian pasar karena kenaikan yang signifikan dan berbagai faktor pendukung seperti akuisisi WFL dan potensi masuk ke indeks MSCI. Namun, investor tetap perlu waspada terhadap risiko konsolidasi dan menjaga strategi investasi yang disiplin. Meskipun tren positif terlihat, kinerja fundamental perusahaan masih menjadi hal penting yang perlu dipantau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *