Kedatangan John Herdman ke Jakarta
Pada hari Sabtu, 10 Januari 2026, pelatih kepala tim nasional Indonesia, John Herdman, tiba di Jakarta. Ia mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar pukul 13.00 WIB. Pemeriksaan dilakukan di area pintu keluar VIP bandara, dan tampaknya ada sedikit keributan saat ia tiba.
Sebuah motor pengawal polisi terlihat meninggalkan lokasi tidak lama setelah waktu kedatangan tersebut. Awak media menunggu kedatangan Herdman di Gate 1 terminal kedatangan internasional, tetapi ia justru keluar dari pintu VIP. Seorang pria yang mengenakan jaket berlogo Garuda terlihat berada di sekitar pintu keluar VIP. Saat ditemui di area bandara, ia hanya berkata singkat, “Balik saja, sudah jalan.”
Beberapa jam sebelumnya, sumber terpercaya telah mengonfirmasi rencana kedatangan Herdman kepada anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Ahmad Riyadh. Namun Riyadh mengaku belum mendapat kepastian waktu kedatangan pelatih asal Inggris itu. “Saya tidak tahu dia datang hari ini atau besok,” kata Riyadh saat dihubungi pada pagi hari.
Seorang pria berkaus loreng yang berada di sekitar pelataran pintu keluar VIP menyebutkan bahwa Herdman tiba sekitar pukul 13.20 WIB. Meski demikian, pihak bandara tidak mendapat informasi resmi mengenai identitas penumpang tersebut. “Kami juga tidak tahu yang datang itu pelatih tim nasional,” ujar dia kepada wartawan di sebuah pos dekat pintu keluar.
Sumber lain juga mengonfirmasi kedatangan Herdman kepada Kepala Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji. Namun hingga berita ini ditulis, Sumardji belum memberikan respons atas panggilan dan pesan yang dikirimkan.
PSSI secara resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru tim nasional Indonesia pada hari Sabtu, 3 Januari 2026. Ia menggantikan Patrick Kluivert dan dinilai memiliki kualifikasi yang sesuai untuk memimpin proyek tim nasional ke depan.
Latar Belakang John Herdman
John Herdman dikenal sebagai pelatih dengan jalur karier yang tidak instan. Ia memulai kariernya dengan mengajar paruh waktu sambil melatih tim usia muda. Pada tahun 2001, Herdman meninggalkan Inggris dan pindah ke Selandia Baru bersama istrinya, Clare, yang telah mendampinginya sejak remaja. Dukungan keluarga, termasuk dua anak mereka, Lilly dan Jay, disebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karier kepelatihannya.
Selama beberapa tahun, Herdman terus mengembangkan kemampuan dan pengalamannya dalam dunia sepak bola. Ia juga pernah bekerja di berbagai negara dan memperoleh pengalaman berharga dalam mengelola tim-tim besar. Keberhasilannya dalam melatih tim-tim profesional membuatnya menjadi salah satu nama yang layak dipertimbangkan untuk jabatan pelatih tim nasional Indonesia.
Dengan penunjukan Herdman, PSSI berharap dapat membawa tim nasional Indonesia ke level yang lebih tinggi. Pelatih baru ini diharapkan mampu membangun strategi yang tepat dan memotivasi pemain agar mencapai hasil yang maksimal dalam berbagai kompetisi.
Tinggalkan Balasan