Penyebab Sleman Kehilangan Poin Penuh di Markas Deltras FC

Hasil Imbang Dramatis PSS Sleman dalam Laga Kontra Deltras FC

Pertandingan antara PSS Sleman dan Deltras FC dalam lanjutan pekan ke-12 Pegadaian Championship 2025-2026 berakhir dengan skor imbang 1-1. Tim Super Elja harus puas membawa pulang satu poin setelah menghadapi pertandingan yang sangat sengit di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, pada Sabtu malam (22/11).

Deltras FC berhasil unggul terlebih dahulu pada menit ke-28 melalui gol yang dicetak oleh Hamzah Titofani Rivaldi. Keunggulan tersebut bertahan hingga akhir babak pertama dan bahkan sampai masa injury time yang sangat panjang. Namun, laga kemudian berubah dramatis di penghujung pertandingan.

Pemain pengganti Irvan Mofu menjadi pahlawan bagi PSS Sleman. Ia masuk pada menit ke-72 menggantikan Arda Alfareza dan berhasil mencetak gol di menit ke-90+21. Gol ini mengubah skor menjadi 1-1 dan memberi satu poin penting bagi tim tamu.

Evaluasi Pelatih PSS Sleman

Setelah pertandingan, pelatih kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis, mengakui bahwa hasil imbang ini didapat secara dramatis. Ia menyoroti performa buruk timnya pada babak pertama sebagai salah satu penyebab utama kegagalan meraih kemenangan penuh.

“Ya, hasil ini sangat dramatis bagi kami, tetapi kami banyak perlu evaluasi terutama di babak pertama karena tidak punya energi dari seluruh pemain,” ujar Ansyari Lubis.

Menurutnya, perubahan taktik di babak kedua menjadi kunci kebangkitan tim. Ia menjelaskan bahwa tim mulai menekan lebih keras dan fokus pada daerah kotak 16 sejak awal babak kedua. Gol yang tercipta di menit-menit akhir menjadi bukti dari perubahan strategi tersebut.

“Kami melakukan itu sepanjang pertandingan. Gol itu bisa kami dapat pada menit-menit terakhir. Itu satu, apa namanya, yang harus kami syukuri ya. Alhamdulillah dengan poin satu ini juga menjadi modal buat kami di pertandingan selanjutnya,” tambahnya.

Ansyari Lubis juga secara spesifik mengkritik determinasi para pemain intinya pada paruh pertama meskipun tim menurunkan starting eleven terbaik. Ia menyatakan bahwa para pemain tidak menunjukkan semangat yang cukup dan bermain dengan standar yang rendah.

“Yang pasti pada babak pertama walaupun kami menurunkan first team, tetapi mereka saya kira di luar performance. Tidak ada determinasi, tidak ada pressing, semuanya bermain dengan standar. Itu yang kami ubah ketika di babak kedua dan alhamdulillah mereka bisa menjalankannya,” imbuh Ansyari.

Tanggapan Pemain

Junior Haqi, salah satu pemain PSS Sleman, menyampaikan rasa syukur atas hasil ini meskipun bukan hasil yang diinginkan. Ia berharap ke depannya tim bisa lebih baik lagi.

“Pertama-tama saya ingin bersyukur pada malam hari ini walaupun kami enggak apa yang hasil itu kami tidak inginkan, tetapi kami harus selalu bersyukur, kami harus berbenah lagi. Mungkin ke depannya akan jauh lebih baik lagi,” kata Junior Haqi.

Klasemen Sementara

Kegagalan meraih tiga poin membuat PSS Sleman harus rela digusur oleh Barito Putera dari posisi puncak klasemen sementara Grup B Pegadaian Championship 2025/2025. Laskar Sembada kini memiliki 27 poin dari 12 laga, sedangkan Deltras FC berada di peringkat enam dengan 18 poin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *