Prakiraan Cuaca di Wilayah Papua untuk Besok, Selasa 24 Februari 2026
Wilayah Papua akan mengalami kondisi cuaca yang beragam pada hari Selasa, 24 Februari 2026. Berdasarkan data terkini, sebagian besar wilayah akan diguyur hujan ringan, sementara beberapa daerah lainnya diprediksi berawan. Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap untuk berbagai kabupaten dan kota di Papua.
Daftar Prakiraan Cuaca
Kota Jayapura
– Cuaca: Hujan Ringan
– Suhu Udara: 23–28 °C
– Kelembaban Udara: 82–99 persen
Kabupaten Jayapura
– Cuaca: Berawan
– Suhu Udara: 22–30 °C
– Kelembaban Udara: 65–99 persen
Kepulauan Yapen
– Cuaca: Berawan
– Suhu Udara: 21–27 °C
– Kelembaban Udara: 77–98 persen
Biak Numfor
– Cuaca: Hujan Ringan
– Suhu Udara: 24–28 °C
– Kelembaban Udara: 73–96 persen
Sarmi
– Cuaca: Hujan Ringan
– Suhu Udara: 21–26 °C
– Kelembaban Udara: 81–97 persen
Keerom
– Cuaca: Hujan Ringan
– Suhu Udara: 22–30 °C
– Kelembaban Udara: 61–99 persen
Waropen
– Cuaca: Hujan Ringan
– Suhu Udara: 22–30 °C
– Kelembaban Udara: 63–99 persen
Supiori
– Cuaca: Berawan
– Suhu Udara: 23–28 °C
– Kelembaban Udara: 79–96 persen
Mamberamo Raya
– Cuaca: Berawan
– Suhu Udara: 21–28 °C
– Kelembaban Udara: 82–99 persen
Beberapa wilayah seperti Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya, dan Waropen diperkirakan akan mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. Kondisi ini menimbulkan potensi bahaya bagi masyarakat setempat.
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
BMKG memberikan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang dapat terjadi di wilayah Papua. Adanya hujan deras dan angin kencang bisa menyebabkan berbagai dampak negatif seperti banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang. Untuk itu, masyarakat dan instansi terkait diminta untuk tetap waspada.
Rekomendasi dari BMKG
Berikut adalah rekomendasi yang diberikan oleh BMKG agar masyarakat dapat mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem:
- Waspada terhadap bencana hidrometeorologis: Masyarakat dan instansi terkait harus siaga menghadapi potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang.
- Perhatikan topografi daerah: Wilayah dengan lereng curam atau rawan longsor harus lebih waspada, terutama jika hujan terjadi secara terus-menerus. Di daerah dataran rendah dan dekat aliran sungai, perlu diwaspadai genangan air atau banjir.
- Pemantauan oleh instansi terkait: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Wilayah Sungai (BWS), dan kepolisian setempat diharapkan dapat menghindarkan masyarakat dari zona rawan banjir, longsor, dan banjir bandang.
- Kembali ke rumah setelah peringatan berakhir: Jika masyarakat harus meninggalkan rumah karena ancaman cuaca ekstrem, mereka dapat kembali ke rumah setelah 1-2 jam peringatan dini berakhir.
- Pantau informasi cuaca: Masyarakat disarankan untuk selalu memantau informasi cuaca melalui saluran resmi BMKG, seperti situs web www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, dan aplikasi infoBMKG.
Tinggalkan Balasan