Real Madrid Tumbang di Copa del Rey, Ceballos Tak Dipanggil Arbeloa

Awal yang Menantang untuk Arbeloa dan Dani Ceballos

Era baru Real Madrid di bawah kepemimpinan Álvaro Arbeloa dimulai dengan hasil yang tidak menyenangkan. Pada malam Rabu, Los Blancos kalah 3-2 dari Albacete, tim divisi bawah, dan harus meninggalkan Copa del Rey di babak 16 besar. Ini adalah awal yang ingin segera dilupakan oleh pelatih anyar tersebut.

Arbeloa sendiri tidak sepenuhnya bersalah. Ia hanya sehari menangani tim utama setelah dipromosikan dari posisi pelatih Castilla, menggantikan Xabi Alonso yang dipecat. Meskipun begitu, di balik kekalahan tersebut mulai terlihat gambaran awal tentang arah yang ingin ia ambil, termasuk soal pemain mana yang akan diandalkan untuk sisa musim ini.

Dani Ceballos Tidak Masuk Rencana Arbeloa

Dari laporan AS, terungkap bahwa Dani Ceballos tidak termasuk dalam rencana Arbeloa ke depan. Hal ini terlihat jelas dalam pertandingan melawan Albacete. Dari sembilan pemain cadangan yang tersedia, Arbeloa hanya memainkan lima pemain. Dua di antaranya adalah kiper cadangan, Sergio Mestre dan Fran González.

Sementara itu, dua nama lain yang tidak digunakan sama sekali adalah Dani Ceballos dan bek muda Joan Martínez. Keputusan ini cukup mencolok mengingat kebutuhan Real Madrid akan kreativitas di lini tengah dalam laga tersebut.

Alih-alih memainkan Ceballos, Arbeloa justru memberi kepercayaan kepada pemain akademi. Jorge Cestero diturunkan sebagai starter di lini tengah, sementara César Palacios dan Manuel Ángel dipanggil dari bangku cadangan, bersama Eduardo Camavinga. Ceballos sendiri hanya duduk sepanjang laga, sebuah sinyal kuat bahwa perannya tidak masuk prioritas.

Situasi ini makin menegaskan posisi Ceballos yang sudah lebih dulu berada di belakang nama-nama seperti Jude Bellingham, Arda Güler, Aurélien Tchouaméni, Federico Valverde, dan Camavinga dalam urutan pilihan.

Hari-hari Awal Arbeloa Mengisyaratkan Peluang yang Semakin Tipis

Hari-hari awal Arbeloa sebagai pelatih justru mengisyaratkan bahwa peluang Ceballos untuk naik peringkat kian menipis. Menurut laporan yang sama, Ceballos bahkan menjadi salah satu pemain yang menerima teguran publik pertama dari Arbeloa dalam sesi latihan perdananya di Valdebebas.

Sang pelatih dikabarkan berkata kepadanya, “Dani, kamu tidak tahu apa yang sedang terjadi….” Kalimat ini menjadi indikasi bahwa Arbeloa tidak puas dengan performa atau sikap Ceballos.

Bukan Situasi Baru bagi Ceballos

Bagi Ceballos, kondisi ini sejatinya bukan hal baru. Di bawah kepemimpinan Xabi Alonso, ia juga nyaris tidak mendapat peran signifikan. Selama periode tersebut, gelandang Spanyol itu hanya tampil dalam 17 dari 33 pertandingan, dengan total 666 menit bermain, dan hanya sekali menyelesaikan laga penuh, yakni saat menghadapi Kairat Almaty.

Pada musim panas lalu, Ceballos hampir dipinjamkan ke Olympique de Marseille, tetapi transfer itu gagal terwujud. Ia juga beberapa kali memberi sinyal ingin kembali ke Real Betis, klub lamanya, namun hingga kini belum ada kesepakatan konkret.

Masa Depan yang Masih Tidak Jelas

Dengan sinyal awal yang kurang menjanjikan di era Arbeloa, masa depan Dani Ceballos di Santiago Bernabéu kembali dipertanyakan. Peran apa pun yang mungkin ia mainkan dalam beberapa bulan ke depan masih belum jelas, tetapi tanda-tanda awal menunjukkan bahwa peluangnya untuk bertahan sebagai bagian penting skuad semakin kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *