Relawan UMI Berjalan Kaki Tembus Longsor Bawa Susu untuk Balita Sibolga Selatan Sumut

Bantuan Susu Gizi untuk Balita dan Ibu Hamil Korban Bencana di Sibolga

Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran (TBM-FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Sibolga menyalurkan bantuan susu gizi bagi balita dan ibu hamil yang terdampak banjir dan longsor di Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan. Bantuan ini disalurkan langsung ke rumah warga dan posko pengungsian sebagai upaya menjaga kondisi kesehatan dan status gizi masyarakat rentan pasca-bencana.

Pada hari Sabtu (13/12/2025), tim relawan UMI melakukan pendistribusian bantuan nutrisi tersebut. Kolaborasi antara TBM-FK UMI dan Dinas Kesehatan Kota Sibolga bertujuan untuk memastikan kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia tetap mendapatkan asupan gizi yang layak. Hal ini menjadi fokus utama dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat setelah menghadapi bencana alam.

Upaya Membantu Masyarakat Terdampak

Bantuan susu gizi disalurkan secara langsung kepada masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak. Salah satu lokasi distribusi berada di Jalan Murai, Kelurahan Aek Manis. Meskipun akses jalan rusak dan tertutup material longsor, langkah para relawan tidak pernah berhenti. Tim relawan UMI bersama petugas Dinas Kesehatan berjalan kaki menuju titik-titik permukiman warga untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Dari posko relawan yang berada di SD Inpres Aek Manis, para relawan terus bergerak untuk memberikan bantuan. Sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Nurhayati, salah seorang warga Aek Manis yang memiliki dua balita, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan. Ia mengatakan bahwa stok susu di minimarket dan supermarket setempat sudah habis sejak bencana melanda.

“Kami sangat terbantu. Anak-anak butuh susu, sementara di toko sudah tidak ada. Kehadiran tim medis UMI ini benar-benar menolong kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Peran Dokter dalam Pemenuhan Gizi

Dr Berry, dokter dari Tim Relawan Bantuan Medis UMI, menegaskan bahwa pemenuhan gizi merupakan kebutuhan mendesak setelah fase darurat bencana. Menurutnya, dalam kondisi pascabencana seperti ini, pemenuhan gizi menjadi sangat krusial. Melalui bantuan susu ini, pihaknya ingin memastikan balita, ibu hamil, dan lansia tetap mendapatkan asupan yang layak agar tidak muncul masalah kesehatan lanjutan.

Selain itu, Dr Berry juga menambahkan bahwa kehadiran Tim Relawan UMI tidak hanya sebatas pada penyaluran bantuan. Mereka juga memastikan bahwa kelompok rentan mendapatkan perhatian yang memadai dan berkelanjutan. Kegiatan ini melengkapi rangkaian aksi kemanusiaan UMI sebelumnya, mulai dari pendirian posko kesehatan pertama di wilayah terisolasi Aek Manis, pelayanan medis langsung kepada warga, hingga penyaluran obat-obatan ke fasilitas kesehatan setempat.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Menurut Dr Berry, penguatan aspek gizi keluarga serta kolaborasi dengan sistem kesehatan daerah menunjukkan kehadiran UMI tidak bersifat insidental. Melainkan berkesinambungan dan terencana. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan pendekatan langsung ke masyarakat, UMI menegaskan jati dirinya sebagai kampus kemanusiaan responsif, konsisten, dan hadir nyata dalam setiap fase penanganan bencana.

Mulai dari respons awal, pelayanan medis, hingga pemulihan kesehatan keluarga pascabencana, UMI terus berkomitmen untuk memberikan dukungan yang maksimal. Bantuan susu gizi ini menjadi salah satu contoh nyata dari komitmen tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *