Rumor Pelatih Asal Belanda Dikontrak Persis, Teknisi Liga Singapura Pernah Datang ke Solo Tahun Lalu


forumnusantaranews.com Teka-teki pelatih asal Belanda yang akan menangani Persis Solo mulai terbuka, Laskar Sambernyawa dikaitkan dengan juru taktik tim Liga Singapura.

Setelah kode Persis Solo bila mereka akan dilatih pelatih asal Belanda, muncul satu nama dari tim Linga Singapura yang akan menjadi juru taktik Laskar Sambernyawa.

Sebelumnya, Persis Solo mengunggah konten di instagram dengan caption ‘soon’, memperlihatkan Kincir Angin raksasa dengan hamparan bunga Tulip.

Netizen juga banyak yang yakin bahwa Persis Solo akan menggunakan jasa pelatih asal Belanda pada musim 2025-2026.

Satu nama muncul di media sosial yakni eks pelatih klub Liga Singapura Balestier Khalsa bernama Peter de Roo.


Pelatih asal Belanda tersebut berusia 55 tahun dan sudah 3 tahun melatih Balestier Khalsa.

Kontraknya dengan Balestier Khalsa dilaporkan telah berakhir pada Juni 2025 dan dia memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak.

Dikutip dari forumnusantaranews.com oleh The Straits Times, alasan kepergian Peter de Roo adalah karena dia merasa Balestier Khalsa tidak ingin berkembang lebih jauh.

De Roo menginginkan sumber daya lebih untuk membangun Balestier Khalsa namun manajemen tidak memberinya dana lebih.

“Kami bersaing dengan klub yang memiliki anggaran lebih besar dari kami dan di empat besar, hanya kami yang tidak memiliki pemain tim nasional,” kata Peter de Roo.

Jika berhasil di Balestier, anggaran tidak akan bertambah di musim depan.

Tetapi pemain ingin menghasilkan uang dan ekspektasi pun naik.


“Untuk bertahan di level yang sama, atau meningkatkan hasil, adalah tantangan yang sulit,” tambahnya.

Peter de Roo sendiri sebenarnya sudah pernah mengunjungi kota Solo pada tahun lalu.

Peter datang bersama klubnya, Balestier Khalsa ketika menjalin kerjasama dengan klub Liga 2 (sekarang terdegradasi ke Liga 3), Nusantara United.

Balestier Khalsa dan Nusantara United sepakat atas 3 poin kerjasama yang mencakup pengembangan sepak bola pemuda, aspek komersial, dan aspek teknis.

Peter de Roo turut hadir dalam pertemuan yang dihelat di Hotel Alila, Solo pada Juni 2024 tersebut.

“Pemain muda membutuhkan pengembangan dari waktu ke waktu, mereka perlu pengalaman dan bimbingan di sekitar mereka,” kata Peter de Roo saat itu.

“Tuntutan di sepak bola era modern semakin tinggi bagi para pemain dan mereka tentu harus siap menghadapi momen-momen tersulit,” tambahnya.

Apakah Peter de Roo akan kembali ke Solo lagi tahun ini, namun dengan posisi baru sebagai penasehat taktis Persis? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *