Evaluasi Kinerja Pengurus DPC Partai Demokrat Jawa Tengah
DPP Partai Demokrat memberikan peringatan kepada pengurus DPC di Jawa Tengah. Jika kinerja tidak maksimal dan tidak ada perencanaan jelas untuk masa depan, maka bisa saja masuk dalam kategori evaluasi. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan efektivitas partai.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, telah memberikan instruksi kepada Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Rinto Subekti, untuk melakukan evaluasi terhadap pengurus DPC. Menurutnya, DPD adalah kepanjangan tangan dari DPP sehingga memahami kondisi DPC hingga tingkat ranting secara lebih mendalam.
“Kami mempersilakan untuk melakukan evaluasi. Mengingat kita akan memasuki fase pelaksanaan Musda dan Muscab pada tahun 2026. Dengan demikian, kami memiliki pemahaman yang jelas tentang mana yang memiliki performa baik dan mana yang harus dievaluasi,” ujar Herman saat membuka Rakerda DPD Partai Demokrat Jateng di Hotel Grand Candi, Senin 18 Agustus 2025.
Terkait apakah evaluasi tersebut berdasarkan hasil Pemilu serentak sebelumnya, Herman menjelaskan bahwa hal itu menjadi salah satu faktor. Selanjutnya ia menambahkan, pengurus DPC dapat melakukan perbaikan dan memiliki strategi yang baik. Misalnya dalam perekrutan kader, sosialisasi yang efektif, atau bahkan memiliki perencanaan dalam pengadaan kantor partai.
“Jadi tergantung apakah dalam perjalanan mereka ingin memperbaiki atau tidak. Ada komitmen politik, seperti soal perekrutan, strategi, dan persiapan kantor. Jika kantor saja tidak ada, bagaimana partai bisa bergerak? Itu salah satu parameter,” lanjutnya.
DPP Partai Demokrat tidak main-main dalam hal evaluasi ini. Bahkan saat membuka acara, Herman mengabsen satu per satu Ketua DPC apakah hadir atau tidak. Diketahui, semua ketua hadir dalam acara tersebut.
Pihaknya juga akan menyusun strategi agar suara Partai Demokrat terus meningkat dan linier antara suara yang diperoleh di Pileg Kabupaten/kota, provinsi, dan DPR RI. Hal ini dianggap penting karena di Jateng terjadi perolehan suara yang tidak linier.
Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Demokrat Jateng, Rinto Subekti, menyatakan adanya peningkatan suara saat Pileg lalu. Namun, peningkatan tersebut tidak linier di tingkat kabupaten, provinsi, dan RI. Di sisi lain, jumlah kursi yang diperoleh naik, tetapi tidak signifikan.
“Pileg kabupaten/kota suara naik 300-an ribu dan kursi tambah 2. Pileg DPRD Provinsi naik hampir 200-an ribu suara, kursi tambah 2. Di DPR RI suara naik hampir 400 ribu, tapi kursi tidak bertambah,” kata Rinto.
Herman menyebutkan bahwa perolehan suara di antara Pileg kabupaten/kota, Provinsi, dan DPR RI belum simultan. Jika bisa simultan, maka suara di DPR RI bisa lebih tinggi.
Saat wawancara dengan wartawan, Rinto Subekti menegaskan bahwa Rakerda tersebut sesuai dengan AD/ART Partai yang tujuannya untuk evaluasi dan membuat perencanaan ke depan. Perihal target, ia tidak ingin terburu-buru. Namun, ia berkeinginan menambah jumlah kursi Partai Demokrat di semua Dapil di DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi, dan RI.
“Jika ada yang masih kosong, dipenuhi. Sudah ada kursinya, ya ditingkatkan jumlahnya. Intinya kami punya tujuan meningkatkan suara Demokrat pada pemilu mendatang,” tegas Rinto.
Tinggalkan Balasan