Stok Darah Habis, Relawan Jadi Penyelamat PMI Tapin

Kekurangan Stok Darah di PMI Tapin dan Upaya untuk Memenuhi Kebutuhan

Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tapin mengalami kekosongan selama lebih dari seminggu. Meskipun tidak memiliki persediaan sejak 14 November 2025, PMI Tapin masih bisa bertahan berkat partisipasi tinggi dari para relawan donor darah.

Kepala Markas PMI Tapin, Dwi Suryanto, menjelaskan bahwa informasi terkait stok darah diperbarui setiap 24 jam dan dipublikasikan oleh tim Humas. Menurutnya, saat ini golongan darah O dan AB sempat kosong. Namun, situasi tersebut tidak berlangsung lama karena hanya beberapa menit setelah informasi disebarkan melalui grup WhatsApp, langsung ada yang mendonorkan darah ke PMI atau RSUD Datu Sanggul.

Untuk memenuhi kebutuhan darah, PMI Tapin rutin menggelar kegiatan donor dua kali dalam seminggu di masjid-masjid sebelum atau sesudah Salat Jumat. Selain itu, PMI juga aktif hadir dalam berbagai acara massal seperti olahraga bersama maupun perayaan HUT organisasi.

Sayangnya, PMI Tapin menghadapi keterbatasan anggaran hibah dari pemerintah kabupaten. Pemkab hanya bersedia memberikan dana sebesar Rp 300 juta dari usulan sebesar Rp 2,5 miliar. Dana tersebut diajukan dengan tujuan menambah kapasitas Unit Donor Darah (UDD) agar dapat lebih efektif dalam mengelola darah.

Menurut Suryanto, pengelolaan darah membutuhkan peralatan lengkap, sumber daya manusia terlatih, serta regulasi yang kuat agar kebutuhan darah, termasuk untuk RSUD, dapat terpenuhi. Ia menegaskan bahwa selama ini PMI Tapin hanya fokus pada pencarian pendonor, padahal cakupan PMI lebih luas dibanding UDD di RSUD yang hanya bergerak di lingkungan rumah sakit. PMI Tapin memiliki jaringan yang mencakup seluruh kecamatan.

Karena minimnya hibah dari pemkab, PMI Tapin menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan melalui program CSR. Meski begitu, belum semua perusahaan ikut berpartisipasi. Suryanto berharap semua perusahaan di Tapin turut serta dalam kegiatan donor darah.

Ketersediaan Darah di RSUD Datu Sanggul

Plt Direktur RSUD Datu Sanggul Tapin, dr Widhi Susanto, menyampaikan bahwa ketersediaan darah saat ini adalah golongan A sebanyak 21 kantong, B sebanyak 10 kantong, O dua kantong, dan AB satu kantong. Jika stok darah kosong, biasanya pihak rumah sakit meminta keluarga pasien mencari pendonor darah segar atau menghubungi anggota TNI maupun Polri yang bersedia mendonor.

Selain itu, UDD PMI Banjarmasin juga sedang mengalami kekosongan stok darah beberapa hari terakhir. Kondisi ini terjadi di tengah tingginya permintaan dari berbagai fasilitas kesehatan.

Kepala UDD PMI Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit, mengatakan dua hari lalu stok darah masih sekitar 200 kantong. Meski upaya maksimal telah dilakukan, permintaan belakangan ini cukup tinggi. Kegiatan donor darah rutin digelar setiap hari di dua hingga tiga lokasi. Namun, jumlah darah yang terkumpul belum mampu memenuhi kebutuhan, yaitu sekitar 150 sampai 200 kantong per hari.

Untuk mengatasi kekurangan stok, dr Rama meminta dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, agar berpartisipasi dalam kegiatan donor darah secara rutin. Misalnya, kegiatan donor darah dua bulan sekali di lima kecamatan akan sangat membantu. Ia juga mendorong adanya donatur tetap yang bersedia menyediakan paket sembako bagi pendonor. Menurutnya, pembagian sembako di kegiatan donor darah terbukti meningkatkan minat masyarakat.

Jika kegiatan donor darah di kecamatan didukung oleh donatur tetap, PMI optimistis stok darah bisa terpenuhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *