Gubernur DIY Ajak Perguruan Tinggi Mendata Mahasiswa Asal Wilayah Terdampak Bencana
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengajak seluruh perguruan tinggi yang ada di DIY untuk melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang berasal dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pendataan ini dilakukan karena keluarga mereka terdampak oleh bencana banjir dan tanah longsor.
Pemerintah Daerah DIY berkomitmen memberikan bantuan kepada para mahasiswa yang terkena dampak bencana tersebut. Dalam pernyataannya, Sri Sultan menyampaikan bahwa pihaknya telah menghubungi sejumlah kampus di Yogyakarta. Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi mengenai mahasiswa yang berasal dari wilayah terdampak bencana.
“Kami sudah kontak kampus-kampus di Yogyakarta sekiranya ada keluarga yang di Sumatera ini punya anak yang jadi mahasiswa di Yogya saya mohon untuk bisa kami mendapatkan nama-nama itu,” ujar Sri Sultan saat berada di Kepatihan Pemda DIY, Selasa (9/12).
Sultan menjelaskan bahwa secara tradisi, Pemda DIY selalu berupaya membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan akibat bencana di tempat asalnya. Hal ini telah menjadi kebijakan yang rutin dilakukan dalam berbagai situasi darurat.
“Pada waktu gempa di Aceh, di Sumatera Barat, kita melakukan hal yang sama. Semoga harapan saya nggak ada (yang terdampak). Tapi kalau ada kami akan membantu kemungkinan orang tuanya sudah tidak mampu lagi mengirim kiriman untuk mereka belajar,” tambahnya.
Bantuan yang diberikan rencananya berupa keringanan biaya kuliah. Selain itu, pihak Pemda juga akan memberikan bantuan biaya hidup. Biasanya bantuan ini diberikan selama 8 bulan. Jika masih ada masalah, maka bantuan akan terus dilanjutkan.
“Kita ringankan biaya belajar, biaya kuliah. Dan yang kedua untuk living cost. Biasanya 8 bulan. Tapi kalau masih punya problem ya (dilanjutkan),” jelasnya.
Sebelumnya, Pemda DIY telah memberikan bantuan kepada sekitar 340 mahasiswa yang berasal dari Aceh saat terjadi bencana. Angka serupa juga diberikan kepada mahasiswa dari daerah lain yang terdampak bencana seperti di NTB maupun Poso.
Musibah banjir, banjir bandang, dan longsor yang terjadi di tiga provinsi di Sumatera tercatat pada minggu keempat November. Hingga saat ini, jumlah korban jiwa mencapai 962 orang dengan 291 orang hilang. Kerusakan lingkungan disebut sebagai penyebab utama bencana ini, yang dipicu oleh cuaca ekstrem akibat badai Senyar yang dahsyat.
Tinggalkan Balasan