Trump akan Hentikan Hibah Energi Surya Rp 114,05 Triliun

Penghapusan Hibah Energi Surya untuk Komunitas Miskin di AS

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) akan menghentikan program hibah yang dicanangkan pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden. Program ini bertujuan untuk mendukung proyek energi surya di komunitas miskin, dengan total anggaran sebesar 7 miliar dolar AS atau sekitar 114,05 triliun rupiah (berdasarkan kurs 16.295 rupiah per dolar AS). Keputusan ini diumumkan oleh Administrator EPA Lee Zeldin melalui unggahan di platform X, pada hari Kamis (7/8).

Program tersebut berada di bawah Undang-Undang Anggaran yang Besar dan Indah atau One Big Beautiful Bill Act, yang disahkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump beberapa waktu lalu. Undang-undang ini mencabut pendanaan untuk berbagai proyek lingkungan termasuk program “Solar for All” atau “Energi Surya untuk Semua”. Penghapusan ini telah menjadi isu yang ramai dibicarakan sejak awal tahun ini.

Langkah Trump terhadap Energi Terbarukan

Sejak menjabat sebagai presiden, Trump telah melakukan penarikan dukungan terhadap sumber daya terbarukan seperti energi surya dan angin. Ia menilai bahwa penggunaan energi terbarukan terlalu mahal dan tidak dapat diandalkan. Kebijakan ini memicu kekhawatiran dari berbagai pihak, khususnya para aktivis lingkungan dan organisasi nirlaba yang bergantung pada pendanaan pemerintah federal.

Dampak bagi Kelompok Nirlaba

Hibah yang diberikan selama pemerintahan mantan Presiden Joe Biden kepada 60 kelompok nirlaba, suku, dan negara bagian, kini terancam hilang. Pada saat itu, EPA menyatakan bahwa program ini akan melayani hampir satu juta rumah tangga di sebagian besar negara bagian AS. Tujuannya adalah untuk menurunkan biaya listrik dan mengurangi emisi karbon.

Salah satu penerima hibah adalah organisasi nirlaba Groundswell. Michelle Moore, CEO Groundswell, mengatakan bahwa dana sebesar 156 juta dolar AS atau sekitar 2,56 triliun rupiah yang diterimanya akan membantu mengurangi biaya listrik bagi lebih dari 17.000 rumah tangga di delapan negara bagian di bagian Selatan AS. Dana ini digunakan untuk membangun proyek tenaga surya yang melayani masyarakat pedesaan.

Moore berharap agar program ini tetap bisa berjalan. Ia menegaskan bahwa sebuah cuitan bukanlah pemutusan hubungan kerja. Menurutnya, keterjangkauan harga energi tetap menjadi prioritas utama bagi pemerintahan saat ini.

Tantangan dan Harapan

Penghapusan program ini memberikan tantangan besar bagi komunitas miskin yang bergantung pada pendanaan pemerintah. Banyak dari mereka berharap agar ada solusi alternatif yang bisa menjaga akses terhadap energi bersih. Namun, sampai saat ini belum ada informasi resmi tentang rencana pengganti yang akan diambil oleh pemerintah.

Dengan demikian, isu ini tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga sosial dan ekonomi. Ketersediaan energi yang terjangkau dan berkelanjutan sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kurang berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *