Cuaca Ekstrem Hancurkan Rumah Lansia 86 Tahun di Pamarican Ciamis

Cuaca Ekstrem Mengakibatkan Pohon Kelapa Tumbang di Desa Sukajadi

Pada malam hari tanggal 21 Februari 2026, wilayah Desa Sukajadi dan sekitarnya mengalami hujan deras yang disertai angin kencang serta sambaran petir. Dampak cuaca ekstrem tersebut baru diketahui pada dini hari tanggal 22 Februari 2026 sekitar pukul 03.45 WIB. Saat itu, sebuah pohon kelapa tumbang dan menimpa rumah warga di Dusun Sukajadi, RT 05 RW 01, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Rumah yang terkena dampak kejadian ini adalah milik Wasirah (86 tahun). Pohon kelapa yang berada tidak jauh dari bangunan rumah tiba-tiba roboh dan menghantam bagian dapur saat korban sedang melakukan aktivitas menyiapkan hidangan sahur. Peristiwa ini terjadi begitu cepat dan mengejutkan.

Ahmad Sigit Herno, cucu dari pemilik rumah, menceritakan bahwa saat kejadian, neneknya sedang mempersiapkan makanan untuk sahur. Tiba-tiba terdengar suara keras dari arah belakang rumah. Setelah dicek, ternyata pohon kelapa sudah roboh dan menimpa dapur. Suara benturan keras sempat membuat panik penghuni rumah dan warga sekitar yang sedang beristirahat.

Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, bagian atap dapur mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah peralatan dan perlengkapan dapur juga ikut terdampak. Kerugian material sementara ditaksir mencapai kurang lebih Rp5 juta.

Laporan kejadian diterima oleh Relawan FK Tagana Kabupaten Ciamis sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah menerima informasi, tim langsung bersiap dan bergerak menuju lokasi pada pukul 06.00 WIB. Mereka tiba sekitar 10 menit kemudian.

Setibanya di tempat kejadian, relawan segera melakukan asesmen dan pendataan kerusakan. Mereka juga langsung melakukan pembersihan material pohon yang menimpa bangunan rumah bersama unsur terkait dan masyarakat setempat.

Baehaki Efendi, Anggota FK Tagana Kabupaten Ciamis, menjelaskan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah penanganan sementara pada bagian atap yang rusak. “Kerugian material sementara berupa kerusakan atap dapur dan perabotan. Warga membutuhkan bantuan terpal untuk menutup bagian atap yang jebol serta perlengkapan dapur yang terdampak,” ujar Baehaki.

Meskipun satu keluarga yang terdiri dari tiga jiwa terdampak dalam kejadian ini, mereka tidak sampai harus mengungsi. Setelah dilakukan penanganan darurat, rumah masih dinilai aman untuk ditempati.

Proses penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, antara lain relawan Tagana Kabupaten Ciamis, Pemerintah Desa Sukajadi, Pemerintah Kecamatan Pamarican, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Damkar Pos WMK Banjarsari, RCS, RAPI, GSR, Karang Taruna Rescue, serta warga sekitar yang bergotong royong membersihkan lokasi.

Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada musim hujan yang kerap disertai angin kencang dan petir. Warga diharapkan segera melaporkan apabila terdapat pohon atau bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *