RUBLIK DEPOK – Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian setelah abu vulkanik terbawa angin dan mencapai sejumlah wilayah. Selain berpotensi mengganggu kesehatan, abu vulkanik yang berada di jalan juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi masyarakat yang tetap melakukan perjalanan menggunakan mobil maupun sepeda motor. Pengemudi perlu memahami kondisi tersebut karena abu yang beterbangan dapat mengurangi jarak pandang, sementara abu yang mengendap di aspal dapat membuat permukaan jalan lebih licin.
Abu vulkanik yang terbawa angin dapat membuat udara di sekitar jalan menjadi berkabut dan berdebu. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi kemampuan pengemudi melihat kendaraan lain, marka jalan, pejalan kaki, hingga kondisi permukaan jalan di depan.
Penurunan jarak pandang membuat waktu yang tersedia bagi pengemudi untuk mengambil keputusan menjadi lebih pendek. Dalam kondisi normal, pengemudi dapat melihat adanya kendaraan yang melakukan pengereman atau objek di depan dari jarak cukup jauh.
Namun, ketika jalan dipenuhi abu, objek tersebut dapat terlihat lebih lambat. Kondisi semakin berisiko apabila pengemudi mempertahankan kecepatan seperti saat cuaca dan kondisi jalan normal.
Karena itu, ketika abu vulkanik mulai terlihat di udara, pengemudi sebaiknya segera menyesuaikan kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan.
Baca selengkapnya


















