Ancang-ancang Singapura jelang Piala Asia 2027, Tim Gavin Lee uji coba lawan Brasil dan Paraguay

Daerah1 Dilihat

Ringkasan Berita:

  • Singapura akan menghadapi Paraguay dan Brasil dalam rangkaian laga internasional di National Stadium, Kallang, pada FIFA Matchday November 2026.
  • Laga melawan Brasil menjadi sorotan utama sekaligus ujian besar bagi The Lions untuk mengukur perkembangan tim.
  • Gavin Lee melihat dua pertandingan tersebut sebagai persiapan berharga menuju Piala Asia 2027, setelah FIFA Matchday November menjadi jendela internasional terakhir tahun ini.

 

– Singapura akan mendapatkan panggung besar pada FIFA Matchday November 2026.

Bukan sekadar pertandingan persahabatan biasa, The Lions akan berbagi lapangan dengan tiga tim kuat dunia, Brasil, Jepang, dan Paraguay.

Sorotan utama tentu saja tertuju pada pertemuan Singapura melawan Brasil.

Tim berjuluk Selecao tersebut merupakan lima kali juara dunia dan akan menjadi lawan yang sangat berbeda level bagi Singapura.

Laga Singapura vs Brasil dijadwalkan berlangsung di National Stadium, Kallang, pada 17 November 2026.

Pertandingan itu menjadi bagian dari Mizuho Blue Challenge – The Kallang Football Series Singapore, turnamen yang mempertemukan empat tim nasional dalam rangkaian FIFA Matchday November.

Sebelum menghadapi Brasil, Singapura lebih dulu menantang Paraguay pada 13 November.

Sementara itu, pertandingan Brasil vs Jepang akan digelar pada 14 November.

Rangkaian turnamen kemudian ditutup dengan dua pertandingan pada 17 November, yakni Singapura vs Brasil serta Jepang vs Paraguay.

Pertemuan Brasil vs Jepang juga tidak kalah menarik.

Kedua tim baru saja bertemu di Piala Dunia 2026, ketika Brasil berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Samurai Blue.

Kini, Jepang memiliki kesempatan untuk kembali mengukur kekuatan mereka melawan Brasil.

Bagi Singapura, menghadapi Paraguay dan Brasil tentu menjadi kesempatan langka.

Terlebih, FIFA Matchday November merupakan jendela internasional terakhir pada 2026 sebelum perhatian tim-tim Asia tertuju kepada Piala Asia 2027.

Ajang tersebut menjadi kesempatan penting bagi Singapura dan Jepang untuk melakukan persiapan terakhir sebelum tampil di Piala Asia 2027 yang akan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari mendatang.

Bagi Singapura, dua pertandingan tersebut bukan sekadar kesempatan untuk menghadapi tim besar.

Pelatih The Lions, Gavin Lee, melihat pertandingan melawan lawan yang lebih kuat sebagai ujian penting untuk mengetahui sejauh mana perkembangan timnya.

“Pertandingan seperti ini sangat berharga bagi kami karena dapat menguji kami dan menunjukkan di mana posisi kami saat ini dan, yang lebih penting, di mana kami masih harus berkembang,” kata Gavin Lee, dikutip dari The Straits Times.

“Kami telah membuat kemajuan yang baik, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Setiap pertandingan yang kami jalani sekarang adalah bagian dari persiapan menuju Piala Asia,” tambahnya.

Singapura memang sedang membangun kepercayaan diri setelah menunjukkan perkembangan dalam beberapa pertandingan terakhir.

The Lions baru saja memberikan perlawanan kepada Thailand pada semifinal ASEAN Championship 2026.

Meski akhirnya tersingkir dengan agregat 3-4, Singapura berhasil mencatat kemenangan 2-1 pada leg kedua di Bangkok.

Hasil tersebut menjadi kemenangan tandang pertama Singapura atas Thailand sejak 2009.

Namun, Gavin Lee dan anak asuhnya memahami bahwa tantangan yang akan mereka hadapi di Piala Asia 2027 jauh lebih berat.

Singapura tergabung di Grup D bersama Australia, Irak, dan Tajikistan.

Karena itu, pertandingan melawan Paraguay dan Brasil dapat menjadi simulasi berharga sebelum mereka berangkat ke Arab Saudi.

Melawan Brasil tentu menjadi ujian yang paling mencuri perhatian.

Singapura bukan hanya akan menghadapi tim dengan sejarah besar di sepak bola dunia, tetapi juga berkesempatan menguji mental para pemain ketika berhadapan dengan lawan yang memiliki kualitas jauh di atas mereka.

Bagi Brasil sendiri, pertandingan di Singapura juga menjadi bagian dari proses membangun tim setelah Piala Dunia 2026.

Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, melihat dua pertandingan melawan Jepang dan Singapura sebagai kesempatan untuk mengembangkan identitas tim.

“Pertandingan persahabatan di Singapura merupakan langkah penting lainnya dalam membangun Timnas Brasil untuk beberapa tahun ke depan,” kata Ancelotti.

“Menghadapi Jepang dan Singapura akan memungkinkan kami mengamati perilaku tim dalam konteks yang berbeda, yang sangat penting pada tahap awal siklus ini.”

“Kami sedang berupaya memperkuat identitas dan memperluas pilihan kami. Tujuannya adalah berkembang dengan seimbang dan mempersiapkan tim menghadapi tantangan yang akan datang,” lanjutnya.

Sementara bagi Jepang, FIFA Matchday November juga menjadi kesempatan terakhir untuk mematangkan persiapan sebelum Piala Asia 2027.

Samurai Blue tergabung di Grup F bersama juara bertahan Qatar, Thailand, dan Indonesia.

Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, mengakui pertandingan melawan Brasil dan Paraguay menjadi kesempatan berharga bagi timnya.

Paraguay dan Brasil sama-sama tampil lebih baik dibandingkan Jepang di Piala Dunia 2026.

Karena itu, Moriyasu ingin memanfaatkan setiap FIFA Matchday untuk terus meningkatkan kemampuan tim sebelum berangkat ke Piala Asia.

“Kami ingin memanfaatkan kesempatan berharga ini sebaik mungkin, menggunakan setiap jendela internasional untuk terus berkembang dan memberikan performa terbaik di Piala Asia AFC Januari mendatang,” kata Moriyasu.

Singapura sendiri bukan kali pertama menjadi tuan rumah pertandingan antara Brasil dan Jepang.

Pada Oktober 2014, kedua tim pernah bertemu di National Stadium.

Saat itu, Brasil menang telak 4-0 atas Jepang berkat empat gol Neymar.

Pertandingan tersebut disaksikan 51.577 penonton dan menjadi laga berbayar pertama yang tiketnya habis terjual di National Stadium.

Kini, lebih dari satu dekade kemudian, Brasil dan Jepang kembali ke Singapura.

Namun, kali ini tuan rumah juga mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari panggung besar tersebut.

Bagi Gavin Lee, kesempatan menghadapi Paraguay dan Brasil mungkin tidak langsung menghasilkan kemenangan.

Namun, dua pertandingan tersebut dapat memberikan jawaban penting tentang seberapa jauh Singapura telah berkembang.

Terlebih, setelah FIFA Matchday November berakhir, tidak akan ada lagi waktu panjang untuk melakukan eksperimen.

Piala Asia 2027 sudah menunggu.

Dan sebelum menghadapi Australia, Irak, serta Tajikistan di Arab Saudi, Singapura akan lebih dulu mendapatkan dua ujian besar di Kallang.

Pertama Paraguay. Kemudian, panggung terbesar Brasil.

(/Sina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *