Dampak Ekonomi Badai Musim Dingin yang Mengguncang Amerika Serikat
Badai musim dingin yang melanda sebagian besar wilayah Timur Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan gangguan besar di berbagai sektor ekonomi. Salju, es, dan cuaca ekstrem menghambat aktivitas transportasi, jaringan listrik, serta operasional bisnis. Dampaknya tidak hanya terasa secara langsung, tetapi juga berdampak pada rantai pasokan dan ekonomi secara keseluruhan.
Para ahli memperkirakan bahwa kerugian ekonomi akibat badai ini mencapai 0,5% hingga 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) AS. Angka ini setara dengan kisaran US$ 150 miliar hingga US$ 600 miliar. Jumlah tersebut menunjukkan betapa besar dampak bencana cuaca ekstrem terhadap perekonomian negara yang memiliki PDB terbesar di dunia.
Perhitungan Biaya yang Masih Tidak Pasti
Meski para ahli sudah mencoba menghitung kerugian ekonomi akibat badai musim dingin, proses perhitungan ini masih kompleks. Berbeda dengan bencana seperti banjir atau gempa bumi yang bisa diukur lebih mudah, kerugian dari badai salju sangat sulit diprediksi karena melibatkan banyak faktor yang saling terkait.
Jacob Fooks, seorang ekonom dari Cooperative Institute for Research in the Atmosphere, menyatakan bahwa peristiwa cuaca ekstrem seperti ini sering kali memengaruhi berbagai sektor secara bersamaan. Misalnya, penutupan pusat transportasi utama atau kegagalan jaringan listrik dapat memicu efek domino yang merambat ke seluruh rantai pasokan dan operasi bisnis.
Fooks menambahkan bahwa meskipun belum ada kesepakatan pasti, mayoritas estimasi menunjukkan bahwa bencana cuaca ekstrem secara tahunan mampu mengurangi PDB sebesar 0,5% hingga 2%. Angka ini dianggap signifikan, terlebih jika dikaitkan dengan PDB AS yang mencapai sekitar US$ 30 triliun per tahun.
Estimasi Awal dari Perusahaan Swasta
Perusahaan swasta AccuWeather memberikan perkiraan awal tentang kerugian ekonomi akibat badai musim dingin ini. Mereka memperkirakan kerugian mencapai US$ 105 miliar hingga US$ 115 miliar. Namun, beberapa ahli menilai angka ini terlalu tinggi dan kurang rinci.
Jonathan Porter, Kepala Meteorolog AccuWeather, menjelaskan bahwa banyak dari perkiraan tersebut berasal dari gangguan perdagangan dan biaya pemadaman listrik. Ia menambahkan bahwa beberapa bisnis akan ditutup selama berhari-hari, bahkan seminggu atau lebih. Itulah sebabnya AccuWeather menyebut badai ini sebagai “badai yang menghentikan segalanya.”
Hingga hari Senin (26/1), badai ini telah menewaskan setidaknya 25 orang. Es yang menimpa kabel listrik menyebabkan ratusan ribu rumah kehilangan aliran listrik. Selain itu, banyak mobil rusak dan ratusan penerbangan dibatalkan. Porter menyatakan bahwa diperlukan waktu untuk memulihkan penerbangan dan mengembalikan aliran listrik.
Penilaian Ahli Terhadap Estimasi Kerugian
Adam Smith, seorang ekonom iklim yang pernah memimpin daftar bencana cuaca senilai miliaran dolar di National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), menyatakan bahwa badai salju ini akan dengan mudah menelan biaya miliaran dolar. Menurutnya, ini akan menjadi bencana cuaca senilai miliaran dolar pertama di AS pada 2026.
Smith mengkritik perusahaan swasta seperti AccuWeather karena menghitung biaya tidak langsung dan jangka panjang, termasuk rantai pasokan bisnis serta biaya medis. Ia menilai bahwa sebagian besar perkiraan lain tidak sepenuhnya merepresentasikan tantangan yang dihadapi masyarakat dan bisnis.
Ia juga menunjuk ke halaman bencana miliaran dolar di situs NOAA yang mencantumkan faktor-faktor yang tidak dipertimbangkan dalam perhitungan AccuWeather. Halaman tersebut menyatakan bahwa perkiraan NOAA “seharusnya dianggap konservatif dibandingkan dengan apa yang sebenarnya hilang.”
Rekor Kerugian Akibat Bencana Cuaca
Menurut Smith dan Fooks, badai salju musim dingin termahal yang pernah tercatat di AS adalah badai es Texas pada tahun 2021, yang menelan biaya sekitar US$ 26 miliar. Sementara itu, badai salju di Northeast pada 2016 menelan biaya sekitar US$ 3 miliar.
Smith menyatakan bahwa badai yang terjadi akhir pekan ini berpotensi mencapai biaya yang sama dengan badai Texas 2021 karena luasnya dampak yang dirasakan. Ini menunjukkan bahwa bencana cuaca ekstrem tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga berdampak besar pada perekonomian nasional.
Tinggalkan Balasan