BAZNAS Tulungagung Bidik Zakat ASN Rp15 Miliar

Daerah, Tulungagung641 Dilihat

ForumNusantaraNews.TULUNGAGUNG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung periode 2026–2031 menargetkan peningkatan signifikan dalam penghimpunan zakat, khususnya zakat profesi dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Potensi zakat profesi ASN di Tulungagung diperkirakan mencapai sekitar Rp15 miliar per tahun.

Target tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung periode 2026–2031, Abdul Wachid, S.IP., usai pelantikan jajaran pimpinan BAZNAS di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (20/8/2026).

Abdul Wachid mengatakan, salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan berbagai pemangku kepentingan. BAZNAS juga akan meminta dukungan kepala daerah agar ASN yang telah memenuhi nisab dapat menunaikan zakat melalui BAZNAS.

“Target pertama adalah pengumpulan. Kami meminta dukungan kepada Bupati agar para ASN yang sudah nisab untuk zakatnya membayarkan melalui BAZNAS. Karena ini akan kembali lagi kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, potensi zakat profesi ASN di Tulungagung masih belum tergarap secara maksimal. Saat ini, penghimpunan dari sektor tersebut baru sekitar 30 persen dari potensi yang ada.

Ia menyebut, apabila seluruh ASN yang telah memenuhi ketentuan nisab dapat menunaikan zakat melalui BAZNAS, maka potensi penghimpunan dapat meningkat secara signifikan.

“Kalau bisa sampai 100 persen, sudah luar biasa. Potensinya hampir Rp15 miliar per tahun. Itu baru dari zakat profesi saja,” jelasnya.

Abdul Wachid mengungkapkan, realisasi penghimpunan BAZNAS saat ini masih sekitar Rp5 miliar per tahun, sedangkan target yang ditetapkan dari BAZNAS pusat berada di kisaran Rp8 miliar.

Untuk tahun ini, pihaknya masih akan mengejar target tersebut. Dari penghimpunan yang berjalan, realisasinya disebut baru mendekati Rp3 miliar sehingga diperlukan langkah percepatan pengumpulan hingga akhir tahun.

“Kita harus membuat langkah untuk pengumpulan sehingga target yang kita rencanakan bisa tercapai,” katanya.

Namun, peningkatan penghimpunan bukan menjadi satu-satunya fokus BAZNAS Tulungagung. Abdul Wachid menegaskan, dana zakat yang terkumpul akan diarahkan pada program pemberdayaan masyarakat, terutama untuk mendukung pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi.

BAZNAS, kata dia, tidak ingin dana umat hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif. Setiap bantuan harus memiliki dampak yang dapat diukur terhadap peningkatan kesejahteraan penerima manfaat.

“BAZNAS dari pusat sampai kabupaten lebih banyak pada pemberdayagunaan. Artinya, bantuan itu harus bermanfaat, harus berdampak dan akan kita ukur. Dari bantuan kita apakah sudah ada peningkatan atau tidak,” ungkapnya.

Karena itu, program pemberdayaan akan dilakukan melalui pendampingan secara berkelanjutan. Bentuknya antara lain bantuan modal, pelatihan, bantuan peralatan hingga pendampingan usaha.

Ia mencontohkan program pemberdayaan yang telah dilakukan BAZNAS, salah satunya melalui pengembangan usaha kafetaria. Penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan lapak, tetapi juga dukungan modal sehingga diharapkan mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

“Mulai dari bantuan bermodal, kemudian pelatihan, bantuan peralatan. Seperti kita membuat kafetaria, kita bantu lapak, kemudian pinjam modal, sehingga mereka sudah ada peningkatan,” ujarnya.

Model pemberdayaan tersebut nantinya akan kembali dikembangkan di sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung.

Abdul Wachid menegaskan, program BAZNAS akan diarahkan agar selaras dengan program pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar zakat dapat menjadi instrumen untuk memperkuat berbagai program pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Sebelumnya, dalam sambutan pelantikan, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin meminta BAZNAS membangun kerja sama dan sinergi yang kuat dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Menurut Ahmad Baharudin, BAZNAS dan pemerintah daerah memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mewujudkan Tulungagung yang semakin sejahtera, maju dan berakhlak mulia.

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang baik, mulai dari sumber daya manusia, keuangan hingga program.

“Program-program yang dijalankan hendaknya disusun secara terencana dan memiliki sasaran yang jelas, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ahmad Baharudin.

Selain itu, ia meminta BAZNAS mampu mengikuti perkembangan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Komunikasi dan koordinasi antara BAZNAS dengan Pemkab Tulungagung juga diminta dilakukan secara rutin agar setiap program dapat berjalan selaras dengan visi dan misi pembangunan daerah.

Sementara itu, Abdul Wachid dalam sambutannya saat pelantikan menegaskan bahwa zakat memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat memiliki peran penting dalam pemerataan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat dan penguatan solidaritas sosial.

Ia berharap para mustahik tidak selamanya menjadi penerima bantuan, tetapi dapat berkembang menjadi masyarakat mandiri dan pada akhirnya mampu naik kelas menjadi muzaki.

“Dana umat harus diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Pelantikan pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung periode 2026–2031 tersebut dihadiri Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, S.M., jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Tulungagung, Kapolres Tulungagung, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Haji Al Fikri Mullah, S.Ag., M.M., para asisten dan staf ahli serta kepala OPD di lingkungan Pemkab Tulungagung.

Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Ketua MUI Kabupaten Tulungagung, para pimpinan organisasi kemasyarakatan, rektor perguruan tinggi se-Kabupaten Tulungagung, pimpinan BAZNAS kabupaten/kota sekitar, seluruh Ketua Lembaga Amil Zakat se-Kabupaten Tulungagung serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, kemudian dilanjutkan pemberian ucapan selamat kepada jajaran pimpinan BAZNAS yang baru dilantik.

Dengan kepengurusan baru tersebut, BAZNAS Tulungagung diharapkan mampu meningkatkan penghimpunan zakat sekaligus memastikan dana umat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga Kabupaten Tulungagung.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *