Muaro Jambi,Forumnusantaranews.com –
Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno, S.P., M.M., M.Si., menghadiri pelantikan dan pengukuhan jajaran pengurus Yayasan Pseko Melayu Jambi Masa Bakti 2026-2031. Kehadiran orang nomor satu di Bumi Sailun Salimbai ini menegaskan komitmen pemerintah daerah menjaga adat dan budaya lokal.
Acara pengukuhan berlangsung khidmat di Aula Rumah Dinas Bupati Muaro Jambi, Rabu (17/6/2026). Hadir unsur Forkopimda, tokoh adat, cerdik pandai, serta pemerhati budaya Melayu Jambi.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi mendalam atas terbentuknya kepengurusan baru. Menurutnya, Yayasan Pseko Melayu Jambi memiliki peran strategis sebagai benteng pertahanan moral dan kebudayaan di tengah derasnya arus modernisasi.
“Kita bagian dari bumi bersejarah yang pernah menjadi pusat peradaban dan keilmuan. Semangat Sailun Salimbai berlayar serempak, mendayung searah adalah warisan nilai budaya yang harus kita hidupkan, termasuk budaya Melayu Jambi,” ujar Bupati.
Ia menegaskan pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, melainkan amanah mulia.
“Hari ini telah dikukuhkan yayasan yang fokus menjaga dan melestarikan budaya Melayu, khususnya budaya Melayu Muaro Jambi. Atas nama Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi saya ucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang resmi dikukuhkan. Pengukuhan ini merupakan amanah untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai adat Melayu sebagai warisan budaya yang sangat berharga,” tegasnya.
Bupati menambahkan, yayasan ini menjadi wadah besar menjaga marwah serta merawat warisan leluhur. Tujuannya agar generasi muda tidak kehilangan jati diri sebagai masyarakat Melayu Jambi.
“Lembaga adat memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas daerah, menjaga keharmonisan masyarakat, serta menjadi mitra pemerintah membangun karakter generasi muda. Nilai kearifan lokal harus terus diwariskan agar tidak tergerus zaman,” ujarnya.
Prosesi pelantikan ditandai pembacaan SK kepengurusan, pengambilan sumpah janji pengurus, dan penyerahan petaka yayasan secara simbolis oleh Bupati.
Dengan terbentuknya kepengurusan 2026-2031, Pemkab Muaro Jambi berharap Pseko Melayu Jambi aktif menghidupkan kembali adat istiadat, bahasa, kesenian, serta nilai gotong royong Melayu. Langkah ini penting agar identitas budaya daerah tetap kokoh meski zaman terus berubah. (Nic/Tat)
Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno, S.P., M.M., M.Si., menghadiri pelantikan dan pengukuhan jajaran pengurus Yayasan Pseko Melayu Jambi Masa Bakti 2026-2031. Kehadiran orang nomor satu di Bumi Sailun Salimbai ini menegaskan komitmen pemerintah daerah menjaga adat dan budaya lokal.
Acara pengukuhan berlangsung khidmat di Aula Rumah Dinas Bupati Muaro Jambi, Rabu (17/6/2026). Hadir unsur Forkopimda, tokoh adat, cerdik pandai, serta pemerhati budaya Melayu Jambi.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi mendalam atas terbentuknya kepengurusan baru. Menurutnya, Yayasan Pseko Melayu Jambi memiliki peran strategis sebagai benteng pertahanan moral dan kebudayaan di tengah derasnya arus modernisasi.
“Kita bagian dari bumi bersejarah yang pernah menjadi pusat peradaban dan keilmuan. Semangat Sailun Salimbai berlayar serempak, mendayung searah adalah warisan nilai budaya yang harus kita hidupkan, termasuk budaya Melayu Jambi,” ujar Bupati.
Ia menegaskan pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, melainkan amanah mulia.
“Hari ini telah dikukuhkan yayasan yang fokus menjaga dan melestarikan budaya Melayu, khususnya budaya Melayu Muaro Jambi. Atas nama Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi saya ucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang resmi dikukuhkan. Pengukuhan ini merupakan amanah untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai adat Melayu sebagai warisan budaya yang sangat berharga,” tegasnya.
Bupati menambahkan, yayasan ini menjadi wadah besar menjaga marwah serta merawat warisan leluhur. Tujuannya agar generasi muda tidak kehilangan jati diri sebagai masyarakat Melayu Jambi.
“Lembaga adat memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas daerah, menjaga keharmonisan masyarakat, serta menjadi mitra pemerintah membangun karakter generasi muda. Nilai kearifan lokal harus terus diwariskan agar tidak tergerus zaman,” ujarnya.
Prosesi pelantikan ditandai pembacaan SK kepengurusan, pengambilan sumpah janji pengurus, dan penyerahan petaka yayasan secara simbolis oleh Bupati.
Dengan terbentuknya kepengurusan 2026-2031, Pemkab Muaro Jambi berharap Pseko Melayu Jambi aktif menghidupkan kembali adat istiadat, bahasa, kesenian, serta nilai gotong royong Melayu. Langkah ini penting agar identitas budaya daerah tetap kokoh meski zaman terus berubah. (Nic/Tat)
Tinggalkan Balasan