Jambi, Forumnusantaranews.com-
Hasil evaluasi dipura 2025 menjadi titik balik. Pemerintah Kota Jambi (Pemkot) tak lagi fokus “angkut-buang”, tapi bergerak membangun sistem pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir.
Dalam penilaian tahun ini, Kota Jambi berada di kategori Kota Dalam Pembinaan dengan nilai 51,69. Capaian itu justru dijadikan pijakan untuk tancap gas menyambut Adipura 2026.
Langkah strategis itu dirumuskan dalam Rapat Koordinasi Lintas OPD yang dipimpin langsung Wali Kota Jambi Dr. dr. Maulana, M.K.M., di Aula Bapperida Kota Jambi, (21/8/2026).
Wali Kota Maulana menegaskan, era “kumpulkan lalu buang ke TPA” sudah selesai.
“Penilaian Adipura sekarang menyeluruh dari hulu sampai hilir. Di hulu kita dorong pemilahan dari sumbernya rumah tangga lewat Organisasi Pengelola Bank Sampah (OPBM), sekolah, fasilitas kesehatan, taman, sampai angkutan umum,” tegas Maulana.
Artinya, sampah yang masih punya nilai ekonomi harus dipisahkan sejak awal. Nanti dikelola lewat Bank Sampah, TPS3R, dan pusat daur ulang. Hanya sampah residu yang dikirim ke TPA Talang Gulo.
“Sampah harus dipilah, dikurangi, dimanfaatkan, dan diolah sejak dari sumber. Ini inti tata kelola persampahan berbasis masyarakat yang kita bangun,” lanjutnya.
Pembenahan ini digabung dengan Program Kampung Bahagia. Targetnya bukan cuma lingkungan bersih, tapi warga yang punya sistem dan kesadaran kelola sampah.
Mulai dari RT dan kelurahan, masyarakat didorong Mililah sampah dari rumah, Kurangi sampah yang dibuang ,Aktifkan Bank Sampah, Jaga lingkungan berkelanjutan
“Yang kita bangun bukan hanya kampung bersih. Tapi kampung yang masyarakatnya sadar dan punya sistem. Karena urusan sampah tidak bisa hanya dibebankan ke pemerintah,” kata Maulana.
Konsep OPBM – Organisasi Pengelola Bank Sampah jadi kunci. Sampah yang dulu beban, sekarang diubah jadi daya ekonomi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, membeberkan bobot penilaian Adipura 2026 sudah berubah. 50 persenuntuk Sampah dan Kebersihan 80 persen dinilai dari pengelolaan di sumber, 20 persen di TPA. 30 persen untuk SDM dan Fasilitas. 20% untuk Anggaran dan Kebijakan.
Untuk itu DLH menyiapkan Mengaktifkan kembali 4 unit TPS3R yang belum optimal, Operasikan Bank Sampah Bahagia DLH sebagai percontohan, Menertibkan titik pembuangan liar di koridor jalan utama, Optimalkan TPA Talang Gulo dengan sistem controlled landfill, Bersih-bersih di 16 area lokasi pemantauan
Pemkot juga sedang finalisasi Rencana Pengolahan Sampah (RIPS) dan Kebijakan Strategi Daerah (JAKSTRADA) lewat Perwal yang kini diharmonisasi di Kementerian Hukum.
Sebelumnya, Pemkot Jambi sudah mengantongi insentif fiskal Rp1 miliar dari Kemendagri. Di tingkat warga, Bank Sampah dan TPS3R Dayung Habibah juga sabet penghargaan nasional Mekaar InspirAksi 2026.
Dengan kerja kolektif ini, Pemkot Jambi optimis sistem persampahan 2026 akan jauh lebih kuat. Dari rumah, ke lingkungan, ke kelurahan, sampai ke TPA.(Tim)
Dari Hulu ke Hilir, Pemkot Jambi Gaspol Benahi Sampah Usai Hasil Adipura 2025




















