Digerebek Polda Jabar, 24 Admin CV Bos Dazz Abadi Purwakarta Dibawa untuk Diperiksa, Muncul Dugaan Terkait Aktivitas Judi Online

Ilustrasi gambar

Forumnusantaranews.com- Sebuah rumah tinggal yang dijadikan kantor CV Bos Dazz Abadi yang berlokasi di Kelurahan Nagrikaler, Kecamatan Purwakarta, mendadak digerebek tim dari Polda Jawa Barat pada Rabu (8/7/2026) siang. Dalam operasi tersebut, sebanyak 24 orang pegawai yang bertugas sebagai admin dibawa ke Mapolda Jabar untuk menjalani pemeriksaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, para pegawai tersebut diperiksa sebagai saksi dalam penyelidikan yang diduga berkaitan dengan aktivitas judi online. Hingga kini, pihak kepolisian belum menyampaikan keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan maupun status hukum para pegawai yang diamankan.

Saat ditemui di kantor pada Kamis (9/7/2026), Endang, pegawai yang bekerja sebagai tenaga kebersihan sekaligus juru masak, membenarkan adanya penggerebekan tersebut.

“Iya Pak, kemarin siang sekitar 15 orang dari Polda Jabar datang ke sini. Pegawai admin dibawa sekitar jam 7 malam ke Polda,” ujar Endang.

Endang juga mengungkapkan bahwa pemilik usaha CV Boss Dazz Abadi bernama Nicolas (35) saat ini sedang berada di luar negeri.

“Pemiliknya lagi ke Vietnam, Pak,” katanya.

Menurut Endang, selain menjalankan usaha top up, Nicolas juga disebut memiliki usaha lain di bidang material dan ekspedisi.

Di lokasi yang sama, awak media juga menemui dua anggota keluarga pegawai yang ikut dibawa polisi, yakni Opik, kakak kandung Akmal Maulana (26), serta Ridwan, suami dari Anisa (28).

Opik mengaku memperoleh informasi bahwa adiknya diperiksa karena adanya dugaan keterlibatan sebagai admin yang berkaitan dengan aktivitas judi online.

“Saya dapat informasi katanya ada indikasi transaksi yang mengarah ke admin judol,” ujarnya.

Sementara itu, Ridwan mengaku sengaja datang dari Jakarta untuk memastikan kondisi istrinya setelah menerima kabar tersebut.

“Saya sengaja meninggalkan pekerjaan di Jakarta karena ingin mencari tahu kebenaran informasi yang terjadi terhadap istri saya. Saya khawatir takut terjadi sesuatu dengan istri saya,” ucap Ridwan dengan wajah penuh kecemasan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Polda Jawa Barat mengenai kronologi lengkap penggerebekan, dugaan tindak pidana yang diselidiki, maupun status hukum terhadap 24 pegawai yang dibawa untuk diperiksa.

Awak media akan terus berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian dan pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *