Evalator UNESCO Kagum Kerajinan Merangin Dari Gelang Sebalik Sumpah hingga Ambung Rotan

Daerah15 Dilihat

Bangko, Forumnusantaranews.com-
Momen menarik terjadi saat dua evaluator UNESCO Global Geopark berkunjung ke Co-Working Space Badan Pengelola Geopark Merangin-Jambi, Rabu (12/8/2026).
Di sela agenda penilaian, Prof. Dr. Yongmun Jeon dari (Jeju Island UNESCO Global Geopark Korea Selatan) dan Mr. Nicolas Klee dari (Monts D’Ardeche UNESCO Global Geopark Prancis) justru terpikat dengan kerajinan tangan khas Kabupaten Merangin.
Gelang Sebalik Sumpah Curi Perhatian Asesor Prancis Badan Pengolahan (BP) Geopark Merangin-Jambi menampilkan produk ekonomi kreatif lokal. Ada olahan rotan, anyaman bambu, batik khas, perhiasan etnik, hingga buku cerita edukatif bergambar yang menjadi kurikulum muatan lokal di SD kawasan Geopark.
Dari sekian produk, perhatian Mr. Nicolas Klee tertuju pada aksesori unik “Gelang Sebalik Sumpah”.
Penasan, asesor asal Prancis itu meminta penjelasan latar sejarah dan makna filosofisnya.
Pihak BP Geopark menjelaskan, gelang ini adalah perhiasan tradisional Suku Anak Dalam (Orang Rimba) dari kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas.
Gelang dirangkai dari biji pohon langka Sebalik Sumpah. Secara turun-temurun masyarakat adat memercayai gelang ini sebagai penangkal bala dan pelindung dari niat serta ucapan buruk.
Prof. Jeon Coba Gendong Ambung, Ingat “Baguni” Korea Tak kalah menarik, Prof. Dr. Yongmun Jeon (Mr. Joen) melakukan aksi spontan. Asesor asal Korea Selatan itu tampak semringah saat mencoba menggendong Ambung- keranjang rotan tradisional yang ditopang dengan tali di dahi atau kepala.
Sambil menyandarkan tali ambung, Mr. Jeon menyebut kerajinan itu mengingatkannya pada wadah tradisional di negaranya.
“Di Korea Selatan, wadah seperti ini disebut baguni. Namun karena di sini terbuat dari bahan rotan, maka bisa dinamakan rattan baguni,” ujarnya, diterjemahkan Lukman dari Balai Bahasa Jambi.
Apresiasi kedua evaluator ini mempertegas bahwa Geopark Merangin-Jambi tidak hanya kaya akan warisan geologi (geodiversity), tetapi juga memiliki nilai kebudayaan (culturdiversity) dan kearifan lokal yang kuat untuk terus dilestarikan.
Produk-produk ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian geopark berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *